Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Kebijakan Impor Truk Bekas Penghancur Industri Otomotif

Rabu, April 6th 2016.

Jakarta -Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menganggap, banyak hal yg dapat menghancurkan industri otomotif di Indonesia. Salah satunya adalah kebijakan Kementerian Perdagangan yg mengizinkan impor truk bekas.

Kebijakan Kementerian Perdagangan yg mengizinkan impor truk bekas itu tertuang di Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 127 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto mengatakan, sebagai contoh adalah Filipina. Industri otomotif di negeri itu, menurutnya hancur lantaran banyaknya mobil bekas yg diimpor ke Filipina dua waktu lalu.

“Banyak hal yg dapat menghancurkan industri dalam negeri. Filipina, kenapa hancur industri otomotifnya? Ya karena diizinkan masuk mobil bekas. Dulu diizinkkan masukin mobil bekas. Sekarang dia telah cerdas. Tapi ya telah hancur. Mobil bekas semua. Iya, impor truk bekas itu salah sesuatu penghambat industri Indonesia,” kata Jongkie.

Ditemui di kesempatan terpisah, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan, Permendag Nomor 127 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru yaitu salah sesuatu kebijakan yg kontradiktif terhadap visi-misi Gaikindo. Sebab, menurutnya, kebijakan ini mulai mengganggu produksi truk dalam negeri.

“Ini salah satunya kebijakan yg kontradiktif. Kenapa kalian harus impor? Selalu alasannya bahwa produk domestik tak mencukupi. Coba kami lihat, di sini ada Hino perusahaan besar, ada Mitsubishi, ada Isuzu. Dan kalian dapat produksi jauh di atas itu. Tahun 2015-2016 beberapa bulan terakhir saja turun sekali (penjualannya). Kenapa kalian perlu impor truk bekas? Ini sangat kontradiktif. Kenapa? Satu produksi domestik mulai terganggu, kedua truk domestik sendiri ini barangnya apa? Kalu kami impor truk bekas dari Jepang, ini Euro 4, atau Euro 5. Setelah diimpor ada persoalan enggak? Terus siapa yg tanggung jawab? Misalnya truk itu Mitsubishi. Apakah Mitsubishi mulai bertanggung jawab padahal yg impor itu orang lain?” kata Nangoi.

Nangoi mengatakan, pihak Gaikindo meminta pemerintah buat membatalkan peraturan ini. Kalaupun tak dapat dibatalkan, Gaikindo ingin yg mengimpor truk bekas itu cuma agen pemegang merek di Indonesia.

“Kalau mampu pemerintah menganulir atau membatalkan peraturan ini. Seandainya tak dapat dibatalkan, kalian mulai sarankan yg boleh mengimpor adalah yg milik merek. Contohnya, kalau ada yg mau impor truk bekas Mitsubishi, yg boleh impor adalah perusahaan Mitsubishi di Indonesia. Mereka juga dapat menjamin kelangsungan hidup (layanan purna jual) truk bekas itu,” kata Nangoi.

Namun, Nangoi menegaskan, sebisa mungkin kebijakan ini jangan dijalankan. Sebab kalau tetap berlaku, industri otomotif Indonesia bakal makin anjlok.

“Tujuan kalian kalau dapat peraturan ini jangan dijalankan. Karena kalau dijalankan mulai sangat merugikan industri dalam negeri. Nanti kalau begitu para prinsipal (otomotif) berpikir ngapain produksi di dalam negeri? Kita tutup saja pabriknya, kami impor saja mobilnya dari luar. Makin mati lagi industri otomotif kita,” ujarnya.

Padahal, industri otomotif memiliki peran penting. Tenaga kerja banyak yg diserap dan pajak pun selalu mengalir ke negara dari penjualan otomotif.

“Kalau industri otomotif dimatiin semua, ruginya besar. Belum dari sisi kontribusi pajak. Seandainya sesuatu tahun sesuatu juta kendaraan dijual, kira-kira nilainya Rp 300 triliun, dari situ ada pajak PPn seluruh jenis ada Rp 100 triliun dibayar ke pemerintah. Ini sangat besar, ini yg kami inginkan supaya jangan diganggu,” kata Nangoi. (rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Kebijakan Impor Truk Bekas Penghancur Industri Otomotif

Rabu 18 November 2015 | Berita Otomotif

Milan -Bosch memperkenalkan generasi terbaru Anti-lock Braking System (ABS) bagi motor. Kehadiran generasi ABS10 ini diklaim bakal membuat berkendara motor jadi lebih aman dan menurunkan angka…

Minggu 17 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Salah sesuatu kemudahan dan kenyamanan yg ditawarkan varian skuter otomatis alias skutik ada pada transmisinya. Namun, dibalik semua kemudahan dan kenyamanan itu, terdapat sejumlah potensi…

Jumat 11 Maret 2016 | Berita Otomotif

Beberapa waktu lalu, salah sesuatu petinggi Ferrari yg juga yaitu CEO Fiat Chrysler, Sergio Marchionne sudah memberikan penyataan yg mengehebohkan. Dalam sebuah wawancara, dia menyampaikan…