Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Jawaban Pertamina Kepada “Haters”

Selasa, April 19th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Rasa bangga tampaknya tak cuma muncul di sebagian besar masyarakat Indonesia saat melihat Rio Haryanto, menjadi pebalap pertama dari Indonesia yg ikut kejuaran Formula 1, tergabung dalam tim Manor Racing. Sebagian opini negatif juga cukup santer, apalagi melihat ada PT Pertamina (Persero), perusahaan plat merah, yg rela mengeluarkan dana 5 juta euro atau Rp 75 miliar bagi menyokong sang pebalap.

Apa yg dikerjakan Pertamina ini dikerjakan semata-mata bagi keperluan bisnis, sekaligus mendorong Indonesia ke ajang internasional. Para “haters” ini melihat dana yg begitu besar mampu dimanfaatkan buat keperluan lain, mengingat warga Indonesia masih banyak yg membutuhkan.

Menanggapi hal ini, Dwi Wahyu Daryoto, Direktur SDM dan Umum Pertamina, menyampaikan bahwa uang yg digunakan adalah murni uang Pertamina, tak ada hubungannya dengan uang negara. Dana yg digunakan buat Rio, murni tiba dari bagian pemasaran, bukan dana dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Banyak orang yg menyampaikan dari pada sumbang 5 juta euro bagi balapan Rio lebih baik bangun sekolah dan kasih orang yg tak mampu, ini pikiran yg salah. Kami tak meninggalkan kegiatan tanggung jawab sosial kami. Bangun sekolah kalian tetap ada, tanam bakau dan CSR yang lain kita tetap jalan tanpa kekurangan dana, karena bagi Rio itu pakai uang marketing bukan CSR, jadi Pertamina tetap menjalankan apa yg menjadi tanggung jawab sosial kami,” ucap Dwi dilansir Otomania di Jakarta, Minggu (17/4/2016).

Jika dihitung dari sisi public relationship value, dana yg dikeluarkan bagi Rio relatif lebih murah ketimbang harus beriklan di berbagai tempat dan media. Via Rio yg ikut kejuaran balap F1, nama Pertamina jadi dikenal dunia, karena siaran segera balapan di setiap serinya.

“Bayangkan saja segala seri balap F1 nama Pertamina terus tersorot, baik dari tayangan televisi, media cetak, sampai elektronik yg disiarkan segala negara, bila dibandingkan dengan pasang iklan tentu jauh lebih murah,” ucap Dwi.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Jawaban Pertamina Kepada “Haters”

Senin 1 Februari 2016 | Berita Otomotif

New York – Juri mobil terbaik dunia akhir Januari lalu, mengumumkan 10 finalis yg mulai meraih titel bergengsi tersebut. Pengumuman pemenang mulai dikerjakan di 23 Maret…

Rabu 18 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Nissan Grand Livina butuh bantuan. Sejak 2013, penjualan MPV menengah itu selalu merebah hingga kehilangan jabatannya sebagai tulang punggung penting Nissan Motor…

Sabtu 26 Desember 2015 | Berita Otomotif

Tren mobil tubular di balap offroad Indonesia kini akan tumbuh. Banyak offroader yg memakai mobil tubular karena banyaknya keuntungan yg ditawarkan. Mobil ini terkenal gesit…