Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Jangan Sepelekan Mesin 3 Silinder Pada MPV Ini

Kamis, Desember 31st 2015.

Jakarta, KompasOtomotif – Punya body besar dan bisa mengangkut 7 penumpang seperti ulasan artikel sebelumnya, bukan halangan buat BMW buat membenamkan mesin kecil bagi Gran Tourer. MPV kompak tersebut menggendong mesin 3 silinder dengan kapasitas 1.5L.

[Baca juga : Mengeksplor Produk Fenomenal BMW di Segmen Baru]

Namun jangan pernah sepelakan laju produk fenomenal dari produsen yang berasal Jerman tersebut. Pasalnya, ragam teknologi terkini telah disusupi pada jantung pacu agar lebih kompetitif dan milik tenaga hingga 136 tk (hampir setara Innova bensin).

Senjata pertama yg dimiliki adalah variabel katup ganda yg diperkenalkan BMW dengan nama double Vanos. Komponen tersebut bisa megatur asupan bensin, udara dan juga pengapian sesuai dengan penggunaan, baik buat kebutuhan efisiensi maupun performa.

Tambahan tenaga juga diperoleh dari rumah keong (turbocharger) yg bekerja secara simultan akan dari 1.250 rpm. Efeknya semburan tenaga yg disuplai tidak begitu menyebabkan entakkan.

KompasOtomotif – Aris F Harvenda BMW Gran Tourer memakai mesin 3 silinder berkapasitas 1.5L

Pengaturan

Karakter mesin pun dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan. Di dasbor tengah bagian bawah ada kontrol pengaturan mode tenaga, eco, normal dan juga sport.

Ketika memakai mode eco, di panel meter bagian bawah ada indikator yg menginformasikan penggunaan bahan bakar riil. Plus arahan tekanan pedal gas bagi mendapatkan gaya mengemudi yg efisien.

Selain itu, efisiensi juga mampu diperoleh dari teknologi start/stop engine. Mesin mulai otomatis mati ketika kendaraan berhenti usai melaju dalam kondisi tuas transmisi di posisi D.

Teknologi ini sangat bermanfaat buat digunakan di lalulintas perkotaan yg macet. Meski mesin mati segala sistem kelistrikan tetap berfungsi seperti AC dan audio.

Beradasarkan tes penggunaan bahan bakar kombinasi jalan dalam dan luar kota, tercatat di MID 10,1 kpl. Kondisi tersebut didapat dengan memakai mode eco.

KompasOtomotif – Aris F Harvenda Terdapat pengaturan mode pengendalian di dasbor tengah bagian bawah

Sport

Jika ingin ngebut, ada mode sport yg dapat memberikan sensasi tenaga yg responsif. Bukan cuma penyaluran tenaga yg cepat, perpindahan gigi yg dihasilkan oleh transmisi sekuensial steptronic 6 percepatan, disesuaikan agar mobil mampu melaju lebih cepat.

Klaim BMW menyebutkan bahwa bagi akselerasi 0 – 100 kpj Gran Tourer membutuhkan waktu 9,5 detik. Kecepatan maksimum yg dapat dicapai 203.

Lantas bagaimana pengendalian dan performa suspensi Gran Tourer? Nantikan artikel lanjutan khas redaksi KompasOtomotif… (Bersambung)

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Jangan Sepelekan Mesin 3 Silinder Pada MPV Ini

Minggu 20 Maret 2016 | Berita Otomotif

Bandung -Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menargetkan penerapan standar emisi Euro4 di kendaraan bermotor akan 2018. Untuk ketika ini, Mazda ingin menunggu kepastian…

Rabu 23 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif — Memodifikasi kendaraan roda beberapa tak cuma terpaku pada aliran yg sedang populer, tapi juga mengikuti keinginan dan ide kreativitas. Salah satunya, hasil karya…

Kamis 10 Desember 2015 | Berita Otomotif

Gaydon -Mobil yg menjadi tunggangan favorit James Bond, Aston Martin berencana membangun pabrik baru. Aston Martin telah memilih dua lokasi yg cocok seperti Inggris, Amerika Serikat,…