Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Jangan Paksakan Kalau Mobil Sudah Overheat

Kamis, Januari 21st 2016.

Jakarta -Saat perjalanan jauh, tidak sedikit mobil yg mengalami overheat merupakan suatu kondisi saat mesin mobil terlalu panas. Sebelum berdampak parah, sebaiknya pengemudi tak melanjutkan perjalanan terlebih dulu saat mengalami overheat.

Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Anjar Rosjadi mengatakan, setiap mobil pasti memiliki indikator suhu mesin. Beberapa mobil memakai indikator jarum yg memamerkan huruf ‘C’ (dingin) dan ‘H’ (panas) atau ada dua mobil yg dilengkapi indikator digital.

“Untuk mobil yg pakai indikator jarum, kalau normal, dia (jarum indikator) biasanya di atas setengah. Di 3/4 antara ‘C’ dan ‘H’ tetapi tak sampai ‘H’. Biasanya awal-awal dia di tengah, tetapi di perjalanan biasanya dia di 3/4, tetapi enggak mulai sampai ke ‘H’,” kata Anjar kepada detikOto ketika ditemui di Technical & Training Center PT Astra Daihatsu Motor, Sunter, Jakarta.

Atau, pada kendaraan yg dilengkapi indikator digital, saat indikator suhu panas tiba-tiba menyala ketika dikendarai atau ketika mobil berjalan, kemungkinan mesin mengalami overheat. Anjar menegaskan, saat indikator suhu memperlihatkan mesin terlalu panas (overheat) sebaiknya pengemudi jangan memaksakan.

“Ketika si pengendara telah melihat posisi di ‘H’, itu harus ke pinggir segera (tidak melanjutkan perjalanan sementara). Kenapa harus ke pinggir langsung, karena semakin dia paksakan keadaan overheat, itu kan panas yg terjadi semakin berlebih. Akan banyak komponen kendaraan yg terimbas,” sebut Anjar.

Biasanya, kata Anjar, dampak ringan yg dialami saat overheat ada bunyi-bunyi kasar, AC tidak mengeluarkan suhu dingin dan saat dijalankan mobil terasa tak enak. Namun, dampak terparahnya saat mobil dalam keadaan overheat dan tetap dipaksakan, komponen vital pada kendaraan bakal kena imbasnya.

“Overheat itu biasanya pertama cylinder head-nya mampu melengkung. Kalau dia paksakan, dulu cylinder head melengkung, pendinginan kan jadi bocor. Itu udah tambah banyak macam-macam persoalan lagi. Terus juga kan banyak plastik-plastik di area situ. Material-material plastik seperti intake manifold, itu mampu meleleh juga,” kata Anjar.

Kalau dipaksakan hingga air pendingin kering, lanjut Anjar, maka mulai semakin banyak kerugian yg harus ditanggung. Parahnya lagi, kendaraan tidak mampu digunakan buat melanjutkan perjalanan lagi.

“Jadi kalau udah menangkap indikasi bahwa overheat, buru-buru ke pinggir. Tahap pertama tenang dulu. Lalu matikan mesin, tunggu agak adem sedikit, kemudian cek air radiator. Kalau dilihat kurang, isi air radiator,” saran Anjar.

Namun, kata Anjar, buat pengendara yg sedang melakukan perjalanan jauh, sebaiknya setelah mengisi air radiator segera mencari bengkel terdekat. Hal itu bagi memastikan apa penyebab overheat.

“Sebenarnya sih dapat kalau perjalanan pendek-pendek, isi air radiator, nanti panas sedikit berhenti, isi lagi. Tapi kalau perjalanan jauh enggak mungkin itu dilakukan. Apalagi kalau udah kejebak macet. Perjalanan makin panjang, waktu terbuang sia-sia. Jadi sebaiknya isi air radiator buat ke bengkel terdekat,” kata Anjar.

Sementara itu, dua orang beranggapan bahwa, mematikan AC dapat mengatasi persoalan overheat. Padahal, Anjar menyebut, mematikan AC tak terlalu signifikan mengatasi persoalan overheat.

“Pada prinsipnya dia mulai tetapoverheat. Cuma mungkin dia waktunya lebih pendek. Kenapa? Karena AC itu kan tidak mengurangi beban pada mesin. Ketika AC dimatikan, bebannya berkurang. Tapi kan beban yg berkurang juga enggak signifikan. Kasarnya kalau tadi 20 km akanoverheat, paling kalau AC dimatikan 20,5 km baruoverheat. Maksudnya enggak signifikan. Jadi lebih baik minggir karena menghindari kerusakan pada kendaraan,” saran Anjar.

(rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Jangan Paksakan Kalau Mobil Sudah Overheat

Rabu 13 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Toyota Sienta yakin diri sebagai pemain baru di segmen MPV, meskipun sebelumnya kompetitor Toyota seperti Honda sudah launching model yg sekelas, Honda Freed.…

Selasa 19 April 2016 | Berita Otomotif

Tak pernah ada pabrikan mobil yg ingin memproduksi mobil jelek, terlebih lagi perusahaan besar yg milik kredibilitas dalam memproduksi mobil yg berkualitas. Namun tidak disangka,…

Jumat 27 November 2015 | Berita Otomotif

Georgia -Memilih mobil sebelum dibeli memang membutuhkan kecocokan. Jangan sampai, telah membeli mobil tetapi malah tidak nyaman. Pria yg tinggal di Acworth, Georgia, Amerika Serikat ini…