Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Ini Tanggapan Pengguna Motor 250 Cc Soal Penggolongan SIM C

Senin, Januari 11th 2016.

Jakarta -Sejumlah pengguna motor yg bermesin 250 cc mengaku memahami rencana Kepolisian Republik Indonesia  bagi melakukan penggolongan SIM C berdasar kapasitas mesin dengan alasan ketertiban dan keamanan. Namun, selain kepastian rata-rata diantara mereka meminta dasar penggolongan buat SIM dikaji lagi.

“Kalau alasannya sih memang bagus, dan aku pribadi setuju karena bagaimana pun buat mengendarai motor dengan mesin berkapasitas besar perlu keterampilan khusus. Tapi, buat motor 250 cc, sebenarnya motor bagi harian. Oleh karena itu, bagi penggolongan, kita minta sebaiknya ditinjau ulang,” papar Yuda Hidayat, Ketua Honda CBR Owner Club ( CROW) Tangerang ketika dihubungi detikOto, Senin (11/1/2015).

Pernyataan serupa diungkapkan Apriadi, anggota CROW dan Fendy pemilik Kawasaki Ninja 250. Seperti halnya Yuda, mereka juga menyebut buat motor 250 cc  sebaiknya masih memakai SIM C. Soalnya, selain banyak digunakan sebagai kendaraan harian, secara teknis motor ini umumnya masih memakai sesuatu silinder.

“Barangkali buat penggolongan SIM C1 acuannya 300 cc hingga 500 cc, dan SIM C2 bagi motor 500 cc ke atas. Ini bukan semata-mata biaya pembuatan, toh  biayanya tak terpaut jauh. Tetapi bagi kejelasan saja, mana yg termasuk motor harian dan mana yg bagi motor besar,” papar Apriadi.

Sementara menyinggung tujuan buat ketertiban dan mencegah kecelakaan, ketiganya mengaku sepakat. Namun, hal itu bukan berarti pengguna motor berkapasitas besar tak tertib dan memiliki potensi kecelakaan yg besar.

“Kalau bagi ketertiban dan potensi kecelakaan, tentunya berpulang ke masing-masing pengendara. Pengguna motor bermesin kecil pun dapat tak tertib atau celaka seandainya dari diri masing-masing tak memiliki kesadaran buat mematuhi aturan  atau pengetahuan dan keterampilan yg memadai,” papar Yuda.

Memang, lanjutnya, buat mengendarai motor dengan mesin berkapasitas besar diperlukan keterampilan khusus serta pengetahuan tersendiri. Minimal, kata Yuda, dibutuhkan pemahaman terhadap fitur-fitur  yg ada.

“Maklum, sebagai motor dengan mesin besar tentu fiturnya juga berbeda. Secara teknis pengendaliannya juga butuh keterampillan khusus karena output mesin juga berbeda. Karenanya, ketika ingin mendapatkan SIM ujiannya juga berbeda,” kata Yuda yg diamini Apriadi dan Fendy.

Sebelumnya, Korlantas Polri sudah menerbitkan surat No.:ST/2652/XII/2015 sebagai pengganti No.: ST/271/II/2015 sebagai dasar peraturan perpanjangan dan penggolongan SIM C.  Berdasar surat ini SIM C buat motor bermesin kurang dari 250 cc, SIM C1 buat 250-500 cc dan SIM C2 bagi 500 cc  atau lebih.

Penggantian SIM C golongan baru ini mulai dimulai secara serentak pada Februari dan April 2016. Adapun penggunaan SIM C, C1 dan C2 akan berlaku akan 1 Mei mendatang.

Foto: detikOto
Foto: detikOto

(arf/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Ini Tanggapan Pengguna Motor 250 Cc Soal Penggolongan SIM C

Sabtu 2 April 2016 | Berita Otomotif

New York -Nissan dua waktu dahulu merilis model teranyar supercar Nissan GT-R di pameran New York International Auto Show. Manusia tercepat dunia, Usain Bolt menyempatkan hadir.…

Rabu 2 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Sedan menengah Lexus GS sudah hadir di Tanah Air setahun sejak Lexus Indonesia diperkenalkan pada 2007. Saat itu GS masuk sebagai generasi…

Kamis 21 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Indonesia Moto Adventure (IMA) 2016 bersiap digelar. Motor besar pabrikan Italia, Moto Guzzi ambil bagian dalam acara yg bakal berlangsung di Bali. Keikutsertaan Moto Guzzi…