Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Ini Pendapat Menperin RI Soal Kepergian Ford

Rabu, Januari 27th 2016.

Jakarta -Produsen mobil yang berasal Amerika Serikat, Ford Motor Company, menutup kegiatan operasi di Indonesia yg sudah bergulir sejak 2002. Keputusan ini diumumkan oleh PT Ford Motor Indonesia kemarin, Senin (25/1/2016).

Menurut Menteri Perindustrian Saleh Husin, Ford terpaksa menutup kegiatan operasinya karena kalah saing dengan produsen lainnya dalam dukungan industri komponen. Sebab, Ford hadir di Indonesia tanpa dukungan pabrik komponen.

Sedangkan produsen otomotif lainnya membangun pabrik komponen.

“Sudah tentu Ford kalah bersaing karena kompetitornya memproduksi kompenen di Indonesia. Para pabrikan itu membangun industri komponen di sini karena mereka bervisi panjang, serius. Maka, ayo jadikan Indonesia jadikan basis produksi seandainya ingin menangi persaingan, jangan cuma menjadikan pasar saja,”  ujar Menteri  Perindustrian, Saleh Husin dalam informasi tertulis, Selasa (26/1/2016).

Menurut Saleh, keputusan Ford itu tak mulai mengganggu laju investasi maupun industri otomotif di Indonesia. Pasalnya, selama ini Ford cuma mengimpor produk mobilnya ke Indonesia.

“Ford cuma mengimpor mobil dari pabriknya di Thailand, maka tak mulai ada dampaknya buat industri otomotif nasional,” kata Saleh.

Dia menambahkan, investasi di sektor otomotif tetap tumbuh. Salah sesuatu buktinya adalah SAIC General Motors Wuling, perusahaan patungan produsen mobil yang berasal China dengan General Motors, membangun pabrik mobil senilai US$ 750 juta di Karawang, Jawa Barat.

Rencananya, pabrik mobil Wuling akan beroperasi pada 2017 nanti. Bukan itu saja, rencana penambahan investasi juga dikerjakan Mitsubishi senilai Rp 6 triliun dan Isuzu sebesar Rp 3,5 triliun

“Investasi di bidang otomotif selalu membaik dan tumbuh, buktinya Wuling yg bekerja sama dengan General Motors, Mitsubishi, Isuzu, Toyota dan lain-lain malah berinvestasi terus,” kata Saleh.

Pemerintah Kawal Proses PHK Pekerja Ford Indonesia

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mulai mengawal proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 35 pekerja PT Ford Motor Indonesia (FMI) yg bakal menutup operasinya di Indonesia.

Pihak manajemen FMI diminta memberikan hak-hak dasar lainnya kepada para pekerja, temasuk memberikan pesangon sesuai ketentuan.

Pihak Kemenaker juga sudah berkoordinasi dengan dinas-dinas tenaga kerja di daerah bagi memantau perkembangan rencana PHK dan proses penyelesaiannya terhadap sekitar 2.200 karyawan dari 44 dealer resmi Ford yg tersebar di segala Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam laporan Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (P3HI), Kemenaker, Sahat Sinurat kepada Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri terkait penutupan kegiatan operasi produsen mobil yang berasal Amerika Serikat, Ford Motor Company di Indonesia, pada Selasa (26/1/2016) kemarin petang.

“Pihak Kemenaker sudah mengirimkan tim buat berkoordinasi segera dengan manajemen FMI yg menutup kegiatan operasi di Indonesia. Kita ingin memastikan para pekerjanya mendapatkan hak-hak dasarnya bila terjadi proses PHK,” kata Direktur P3HI Kemenaker, Sahat Sinurat di Kantor Kemnaker, Jakarta pada Rabu (27/1/2016).

Sahat menyampaikan dalam hasil meeting dengan manajemen FMI, diperoleh keterangan bahwa pihak Ford mulai keluar dari Indonesia dengan menutup dealer serta menghentikan kegiatan penjualan dan impor di Indonesia yg dapat berdampak kepada para pekerjanya.

“Dari hasil koordinasi, diperoleh keterangan bahwa jumlah pekerja di PT FMI sebanyak 35 orang. Pihak manajemen mulai bertanggung jawab bagi menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan dan hak-hak dasar untuk 35 orang pekerja FMI sesuai dengan ketentuan,” kata Sahat.

Sementara itu, ketika ini terdapat 44 dealer Ford di semua Indonesia yg mempekerjakan sekitar 50 orang pekerja per dealer sehingga total semua pekerja dealer sebanyak 2.200 orang pekerja. Adapun yg bertanggung jawab menyelesaikan persoalan pekerja dealer adalah masing masing dealernya karena pekerja tersebut yaitu karyawan dealer atau bukan pekerja FMI.

“Kita mulai mendata kedudukan 44 dealer sebagai bahan buat meminta Disnaker di daerah memantau persoalan ketenagakerjaan pada dealer Ford yg ada di wilayahnya. Kita sudah meminta FMI agar berkoordinasi dengan Disnaker dan melaporkan perkembangan rencana PHK penyelesaiannya,” ujar Sahat.

Untuk mencegah terjadi kasus-kasus PHK lainnya, Sahat mengimbau agar para pengusaha menahan diri dan mencari solusi yang lain buat menghindarkan PHK untuk para pekerjanya.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan di daerah-daerah buat memberikan pendapingan dan asistensi bagi menghindari PHK. Kita juga minta perusahaan tak melakukan PHK dan mencari strategi yang lain sebagai upaya menyiasati rencana PHK ,” kata Sahat.

Strategi yg dapat diambil perusahaan bagi menghindari PHK antara yang lain mengurangi upah dan fasilitas pekerja tingkat atas seperti tingkat manajer dan direktur, kemudian efisiensi biaya produksi, mengurangi shift, membatasi/menghapuskan kerja lembur, dan mengurangi jam kerja.

“Kita juga mengimbau setiap pengusaha buat mengefektifkan forum bipartit dan mengedepankan dialaog antara pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh di perusahaan masing-masing,” kata Sahat. (hns/rgr)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Ini Pendapat Menperin RI Soal Kepergian Ford

Rabu 30 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Saat ini PPnBM sedan di Indonesia masih terbilang tinggi sebesar 30 persen. Sementara PPnBM hatchback yg basisnya dari sedan lebih kecil merupakan 10 persen. Ketua…

Jumat 22 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Generasi terbaru Fortuner resmi diluncurkan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (22/1/2016). Sport utility vehicle (SUV) menengah…

Rabu 6 April 2016 | Berita Otomotif

San Francisco – Sistem operasi besutan Google yg khusus dirancang buat mobil, Android Auto, kini resmi menyambangi 19 negara baru. Perluasan penggunaan Android Auto tersebut…