Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Ini “Obat” Buat Interior Toyota Sienta

Selasa, April 26th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Sama seperti desain wajahnya, interior Sienta juga tak dapat segera dianggap oke bagi segala orang. Wajar, karena pengisi kelas antara Veloz dan Kijang Innova ini memang masih bertatus “anak baru”, jadi butuh masa pendekatan alias “pdkt” lebih dulu.

Sienta adalah model yang berasal Jepang, sedangkan Indonesia adalah pasar kedua dari semua dunia. Spesifikasi buat dalam negeri telah disesuaikan, kecenderungannya MPV produksi Karawang, Jawa Barat, ini lebih jinak dibanding versi aslinya di Jepang.

Febri Ardani/KompasOtomotif Toyota Sienta varian tertinggi, Q, mejeng di IIMS 2016.

Misalnya dari pilihan warna, di Jepang tersedia 13 warna yg terdiri dari delapan monotone dan lima Flex Tone (kombinasi warna tambahan dari lima warna monotone). Di Indonesia, cuma ditawarkan tujuh warna. Bedanya, tak milik warna cerah seperti kuning, biru, hijau, dan merah.

Melongok ke kabin versi Indonesia, nuansanya juga beda dari desain dasbor yg tak terintegrasi dengan tuas transmisi. Posisi tuas transmisi bagi manual dan CVT letaknya di antara jok penumpang depan.

Di Jepang, karena variannya banyak termasuk hibrida dan versi kursi roda, tersedia 11 macam pewarnaan interior yg terdiri dari warna interior-jok warna hitam, biru, coklat gelap, dan fromage (bahasa Prancis: keju).

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Posisi duduk di baris ketiga Toyota Sienta.

Sedangkan empat varian Sienta di Indonesia, hanya milik pilihan kombinasi interior dan jok, hitam-hitam bagi varian E dan G, serta hitam-coklat gelap dan fromage-hitam untuk varian V dan Q.

Di kabin Sienta rasanya lebih kalem dibanding eksteriornya yg terkesan futuristis. Menurut Edy, bos rumah modifikasi spesialis interior Vertue Concept, efek futuristis itu teredam di kabin. Bila telah dibeli, konsumen dapat melakukan dua perubahan agar mengangkat gairah di dalam mobil.

“Versi Indonesia mengobatinya sederhana, harus berani kombinasi warna. Warna ini harus dimainkan jadi tak monoton. Trus busanya dibuat sedikit lebih gemuk biar terlihat mewah,” ujar Edy, di bengkelnya di Sunter, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Sedikit sentuhan lagi dari Edy, pemilik mampu menambahkan tirai di jendela biar  menonjolkan kesan premium yg masih cocok bagi segmen mobil keluarga.

Stanly/Otomania Kabin Sienta ketika dimauki sepeda

Satu hal yg diingatkan, efek futuristis sebenarnya telah ada di interior Sienta tetapi kadarnya netral jadi bila ingin ditambah jangan terlalu banyak. “Yang berlebihan juga engga bagus,” ucap Edy.

Captain seat

Tidak ada persoalan bila Sienta memakai jok tipe baris kedua bagi tiga penumpang, kata Edy. Menurut dia, captain seat memang tidak mengurangi nuansa mewah tetapi pada kenyataannya tak terus fungsional.

“Yang mesti dilihat itu kalau captain seat adalah space, mindset orang kan kalau Alphard captain seat jadinya mewah. Padahal engga terlalu berguna juga,” kata Edy. 

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Ini “Obat” Buat Interior Toyota Sienta

Jumat 4 Maret 2016 | Berita Otomotif

Singapura -Orang kaya biasanya menyembunyikan koleksi mobilnya di garasi yg tertutup, tapi orang kaya di Singapura ini tidak segan menunjukkan belasan mobil sportnya super mahal yg…

Kamis 24 Maret 2016 | Berita Otomotif

Munich -Menjadi motor yg digunakan di kompetisi balap bergengsi seperti MotoGP tentu milik kebanggan tersendiri. Namun, CEO BMW Motorrad, Stephan Schaller tak tertarik seandainya motor premium…

Senin 9 November 2015 | Berita Otomotif

Bangkok, KompasOtomotif – Model pikap Isuzu D-Max mendapat penyegaran dan sudah meluncur di Thailand minggu lalu. Kendati statusnya facelift, perubahannya tergolong banyak. Perubahan paling serius,…