Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Ini Isi Perjanjian “Damai” Ford Indonesia Dengan Konsumen

Selasa, April 12th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Perkara gugatan konsumen kepada PT Ford Motor Indonesia (FMI) diakhiri dengan perjanjian perdamaian. Keputusan damai sebagai akhir mediasi itu sudah ditandatangani Bagus Susanto sebagai Presiden DIrektur FMI dan David Tobing sebagai penggugat pada Senin (11/4/2016).

Berikut isi perjanjian tersebut;

Pihak II sebutan buat FMI.  

Pasal 1

(1)    Tidak pernah yaitu niat dari Pihak II bagi menutup, melakukan pembubaran atau mengakhiri operasinya di Indonesia atau melikuidasi atau mengalami likuidasi atas status badan hukum Pihak II, sebelum menunjuk pihak ketiga yg kredibel bagi melaksanakan kewajiban pelayanan purna jual garansi Pihak II di Indonesia dalam hal servis garansi, perawatan, dan perbaikan, dan ketersediaan suku cadang kepada pelanggan di Indonesia.

(2)    Pihak II berencana menunjuk pihak ketiga tersebut dalam ayat (1) selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2017 dan sementara itu mulai tetap memenuhi kewajiban garansi pelayanan purna jual dan ketersediaan suku cadang melalui jaringan dealer yg ada atau bisa membuat pengaturan alternative yg layak.

(3)    Pihak ketiga yg ditunjuk oleh Pihak II mulai melanjutkan kewajiban dan tanggung jawab Pihak II terkait pelaksanaan kewajiban pelayanan purna jual garansi di Indonesia dalam hal servis garansi, perawatan dan perbaikan, dan ketersediaan suku cadang kepada pelanggan di Indonesia.

Penandatanganan ini juga disaksikan oleh kuasa hukum Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan. Kedua pihak kementerian itu turut digugat oleh David yg menjelaskan seharusnya kedua pihak tersebut melaksanakan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan pelayanan purna jual FMI di Indonesia.  

“Ini telah sangat bagus karena memang mereka harus melayani konsumennya jangan cuma mengumumkan mau pergi, tetapi tak jelas, bikin ketidakpastian,” ujar David kepada KompasOtomotif, Senin (11/4/2016).

Stanly/Otomania Ford Motor Indonesia

Kronologis

FMI mengirimkan surat elektronik kepada konsumen pada 25 Januari 2016 yg isinya mengumumkan mundur dari semua operasi pada paruh kedua tahun ini. Selain itu dijelaskan, diler Ford yg melayani penjualan, servis, dan garansi masih mampu dikunjungi “hingga dua waktu ke depan tahun ini”.

David, pengacara sekaligus pemilik SUV Everest yg juga menerima pernyataan itu menilai FMI melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lantas gugatan perbuatan melanggar hukum diajukan pada Senin, 1 Februari 2016 ke Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan.  

Ada beberapa tuntutan David kepada Majelis Hakim, pertama, memerintahkan FMI menunda penghentian semua operasinya di Indonesia sebelum menunjuk pihak yg mulai melayani purna jual kendaraan, kedua, memerintahkan FMI tak membubarkan diri sebelum ada penanggung jawab layanan purna jual.

“Saya menggugat atas nama pribadi,” ujar David.

“Saya memang sengaja menggugat supaya FMI menunjuk siapa yg melanjutkan. Mereka bertanggungjawab sudah membuat pernyataan itu kalau engga mau damai ya biarkan saja pengadilan menghukum,” terang David.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Ini Isi Perjanjian “Damai” Ford Indonesia Dengan Konsumen

Jumat 12 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Agen Pemegang Merek mobil Honda di Indonesia, Honda Prospect Motor (HPM), mengumumkan kampanye penggantian komponen airbag inflator yg mengembang secara berlebih (over deployment)…

Jumat 25 Desember 2015 | Berita Otomotif

Yogyakarta, KompasOtomotif – Pecinta Etios yg tergabung dalam komunitas Toyota Etios Valco Club Indonesia (TEVCI) mengadakan kegiatan bersih-bersih kawasan Malioboro, Yogyakarta pada Kamis (24/12/2015). Kegiatan…

Senin 22 Februari 2016 | Berita Otomotif

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Garansindo Euro Sports selaku distributor sepeda motor Ducati di Indonesia mulai lebih agresif melakukan penetrasi pasar. Garansindo mulai merangkul anggota komunitas…