Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Ini Gejala-gejala Oli Transmisi Otomatis Mobil Perlu Diganti

Senin, Januari 11th 2016.

Jakarta -Cara kerja transmisi otomatis (matik) memakai tekanan fluida dari oli, sehingga bagus tidaknya keadaan pelumas ini sangat menentukan kinerja peranti itu. Ada sejumlah gejala yg perlu diwaspadai sebagai tanda oli perlu diganti.

“Kunci dari perawatan transmisi otomatis adalah pada olinya. Karena sistem kerja dari transmisi ini memakai tekanan fluida dari oli. Sehingga pemantauan kualitas dan volume oli, atau bahkan penggantian oli, harus diperhatikan. Kecuali bagi mobil yg transmisi matiknya free maintenance atau long life,” papar Kepala Bengkel Toyota Cikarang, Indah Yuliana, ketika dihubungi detikOto.

Menurut salah sesuatu kepala bengkel terbaik di lingkungan Toyota itu, seandainya oli benar-benar kotor, maka komponen-komponen transmisi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. “Gigi transmisi tak mampu berpindah atau bahkan, dalam masalah yg ekstrim, kendaraan tak dapat jalan,” ujarnya.

Ada dua gejala yg mampu dikenali karena transmisi bermasalah akibat oli yg sudah basi atau volumenya berkurang. Salah satunya, transmisi ‘ngelos’ dengan tanda mobil tersendat sesaat setelah tarikan awal. Gejala lainnya yg kemungkinan terjadi adalah perpindahan gigi yg sulit.

Selain itu, persoalan pada oli dapat dikenali ketika posisi gigi transmisi sulit berpindah yakni cuma berada di tingkat tertentu, misalnya tiga atau satu. Meski mobil diperlambat atau dipercepat lajunya , posisi gigi tetap tidak berpindah.

Gejala yang lain yg umum terjadi adalah mobil tak bisa atau tak kuat diajak menanjak terutama ditanjakan dengan kemiringan yg cukup besar. Bahkan tuas transmisi telah digeser ke posisi 1/L dan pedal gas telah ditekan sekali pun.

Jika sudah mendapati gejala-gejala seperti itu, maka langsung lakukan pengurasan dan penggantian oli transmisi. Umumnya, pabrikan menyarankan penggantian oli transmisi matik setiap kelipatan 80.000 kilometer atau sesuatu tahun.
 
Namun, tak jarang – dalam kasus-kasus tertentu – oli sudah mengalami penurunan kualitas karena berbagai hal. Bila seperti itu, maka penggantian oli wajib dilakukan. Tetapi seandainya cuma volumenya berkurang tapi kualitasnya masih bagus mampu cuma ditambahi.

Untuk mengecek keadaan oli, baik kualitas maupun kuantitasnya mampu memakai tongkat pengukur di lubang saluran pengisian oli. Jika warna oli masih cerah dan volumenya masih di atas tanda minimal maka oli masih bagus dan volume masih oke.

Indah menyarankan agar penggantian oli memakai oli yg direkomendasikan pabrikan dan spesifikasinya sesuai dengan yg ditetapkan. “Tetapi sekali lagi, ini buat transmisi otomatis pada mobil secara umum. karena ada mobil tertentu yg transmisi otomatisnya maintenance free,” imbuh Indah.

(arf/arf)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Ini Gejala-gejala Oli Transmisi Otomatis Mobil Perlu Diganti

Kamis 24 Desember 2015 | Berita Otomotif

Detroit, KompasOtomotif – Versi produksi crossover ringkas baru Toyota C-HR langsung melantai di pameran otomotif di Detroit, Amerika Serikat, Januari 2016. Berita itu dilaporkan Car…

Minggu 27 Desember 2015 | Berita Otomotif

 – (/)Sumber: http://oto.detik.com

Jumat 11 Maret 2016 | Berita Otomotif

Sienta menjadi buah bibir karena menjadi sesuatu MPV lagi yg mulai dipasarkan Toyota di Indonesia. Menjelang kemunculannya, ada kabar bahwa sebuah dealer telah membuka buku…