ISUZU MOTOR INDONESIA

AUTHORIZED DEALER

Menu

Ini Alasan Pemilihan Warna Ban, Lampu Rem Dan Sein

Rabu, November 11th 2015.

Jakarta -Tiga komponen pada kendaraan tersebut telah seharusnya ada dan tak dianjurkan buat dihilangkan. Semua komponen tersebut mempunyai warna yg menjadi ciri khasnya masing-masing. Dengan lampu rem berwarna merah, lampu sein berwarna kuning, dan pada ban telah pasti berwarna hitam.

Namun, tahukah Anda maksud dari warna-warna tersebut?

Lampu belakang pada mobil dibuat sebagai peringatan untuk pengendara di belakangnya. Oleh karena itu, warna cahaya dibuat agar gampang ditangkap mata.

Pemilihan lampu tersebut didapat dari pelbagai sumber mengacu pada Vienna Convention on Road Traffic (1949), yg yaitu konvensi mengenai kendaraan di jalan raya. Konvensi ini menyebut tentang warna merah yg digunakan sebagai lampu belakang.

Mata normal manusia sanggup menerima spektrum warna dengan panjang gelombang 400-700 nanometer (nm). Sementara itu, warna merah memiliki panjang gelombang paling panjang merupakan 630-760 nm.

Selain itu, melalui akun Facebook Suzuki Motor Indonesia menyebut, studi NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) pada 2008 memamerkan bahwa tingkat respon pengendara meningkat 28 persen saat melihat lampu sein berwarna jingga daripada lampu sein berwarna merah.

Laman tersebut juga mengutip pernyataan Dr. Terry Mart, pakar fisika yg juga staf pengajar Departemen Fisika FMIPA UI yg mengatakan, unsur cahaya kuning pada lampu sein memiliki panjang gelombang 0,58 mikron, dengan tingkat sensitivitas terhadap mata manusia sebesar 0,85 (skala 1:0).

Jika melihat ukuran spektrum warna, lampu sein dengan unsur warna jingga memiliki spektrum yg tak kalah panjangnya merupakan 590-620 nm. Inilah mengapa merah dan jingga dipilh menjadi menjadi warna lampu peringatan pada kendaraan.

Merah: 620-750 nm
Jingga: 590-620 nm
Kuning: 570-590 nm
Hijau: 495-570 nm
Biru; 450-495 nm
Ungu: 380-450 nm

Dengan tingkatan panjang gelombang yg tinggi, warna merah dan jingga atau kuning cenderung lebih direspon dengan baik oleh mata.

Ya, itu sedikit mengenai warna pada lampu rem dan lampu sein. Kita beralih kepada penggerak kendaraan yg berbentuk bulat. Yaitu, ban yg juga yaitu komponen penting. Mengapa ban berwarna hitam? Ternyata ini bukan sekadar wujud fisik semata.

Dulu ban pernah dipasarkan dengana warna alami dari karet, merupakan putih. Kemudian Binney and Smith menemukan sebuah formula berupa bahan kimia karbon hitam dan dijual ke Goodrich Tire Company pada 1900-an. Sejak itu, karbon hitam terbukti secara signifikan bisa meningkatkan kualitas ban.

Ban tersebut mempunyai ketahanan lebih, seperti meningkatkan 50% daya tahan terhadap abrasi karena gesekan dan dapat meningkatkan daya cengkram.

Selain itu, karbon hitam juga bisa mengalokasikan panas ke titik tertentu; sabuk dan tapak ban. Praktis, ini membuat kerusakan ban akibat panas dapat ditekan dan meningkatkan umur ban.

Kelebihan lainnya dalam hal teknis, warna hitam pada ban menciptakan kesan bersih dan polos daripada ban karet berwarna putih. Meskipun, ban warna putih ketika ini masih diniagakan. Pasarnya jelas, mereka menyediakan buat para kolektor dan penggemar mobil-mobil klasik.

Itulah sedikit pencerahan mengenai warna-warna pada komponen mobil.

(rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Ini Alasan Pemilihan Warna Ban, Lampu Rem Dan Sein

Jumat 26 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Tunggangan Marc Marquez versi jalanan (RC213V-S) telah datang di Indonesia. Tetapi, cuma punya PT Astra Honda Motor (AHM) dan tak dijual buat…

Rabu 2 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Data asosiasi kendaraan bermotor, Gaikindo, yg mengungkap Kia Mobil Indonesia (KMI) tak menjual satupun unit pada Januari dahulu kini disanggah. Lewat surat…

Minggu 6 Maret 2016 | Berita Otomotif

Geneva, KompasOtomotif – Publik Eropa akhirnya dapat melihat Range Rover Evoque Convertible atau atap terbuka di gelaran Geneva Motor Show 2016. Model ini sangat ditunggu-tunggu,…