Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Indonesia Tempel Thailand Jadi Basis Produksi Di ASEAN

Minggu, Maret 13th 2016.


Paris, KompasOtomotif
– Indonesia memiliki potensi besar dan suatu ketika nanti mulai mengambil alih predikat basis produksi terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) dari Thailand. Kesimpulan yg dikeluarkan para peneliti pasar otomotif global yg bermarkas di Paris, Ipsos.

Dilansir dari Just Auto, Kamis (10/3/2016), berdasarkan laporan Ipsos Busineess Consulting, menerangkan, Thailand sekarang memiliki memproduksi sekitar 2 juta unit mobil per tahun sedangkan Indonesia 1,1 juta unit. Perbedaan mendasar, 55 persen produksi Thailand buat memenuhi ekspor sementara Indonesia lebih sedikit, cuma 23 persen.  

Tahun dahulu produksi Indonesia dengan Thailand terpaut 810.000 unit. Namun pada 2020 diprediksi perbedaan mulai menyusut, menempel tinggal 465.000 unit. Ipsos menilai jarak semakin sempit sebab Indonesia dapat meningkatkan utilitas produksi. Kapasitas produksi Indonesia hampir 2 juta unit tetapi utilisasi  kini baru 62 persen.

Investor

Kendati ekspor cuma hampir seperempat kemampuan, Indonesia milik kemampuan penyerapan domestik yg kuat. Artinya, hal itu mampu dipandang sebagai basis harapan investor.

Pihak Ipsos percaya, pemain otomotif global yg tak milik basis produksi signifikan di Indonesia mulai semakin bertanya apakah mereka dalam posisi meningkatkan pangsa pasar di ASEAN yg terdiri dari 600 juta orang. Kemudian, apakah mereka mampu mempertahankan pangsa pasar mereka sekarang seperti perusahaan yang lain yg berekspansi di Indonesia dan Asia pada umumnya.

“Basis produksi di Indonesia dapat menguntungkan dari biaya, skala, dan rantai suplai di negara yg tampaknya berada di jalur buat menjadi kekuatan otomotif penting di ASEAN,” tulis Ipsos.

Indonesia dapat menjadi lebih besar, tetapi menurut Ipsos butuh regulasi yg stabil, pengembangan konsisten, dan sarana pendukung infrastruktur bagi melawan penurunan penjualan domestik yg sekarang sedang terjadi. Bila hal itu terjadi, efek domino para produsen mendirikan pabrik sekaligus melebarkan diler mulai terjadi agresif.

Meski begitu bukan berarti tanpa tantangan. Kendala Indonesia dinilai pada iklim bisnis. Dalam indeks kategori negara “termudah melakukan bisnis” World Bank, Indonesia berada di urutan 109 dari 198. Sebagai pembanding Thailand di posisi 49.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Indonesia Tempel Thailand Jadi Basis Produksi Di ASEAN

Rabu 9 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Kendaraan roda beberapa bertransmisi matik, telah jadi pilihan penting para bikerterutama di Ibu Kota. Salah sesuatu alasannya, karena pengoperasiannya yg gampang dan…

Rabu 25 November 2015 | Berita Otomotif

California, KompasOtomotif – Genesis, merek mewah punya Hyundai, bersiap menantang para kompetitor di segmen gemuk. Bidikan paling hot adalah kelas di mana BMW Seri-3 menetap.…

Sabtu 7 November 2015 | Berita Otomotif

California -Nampaknya perusahaan mobil listrik, Tesla sebentar lagi bakal harap-harap cemas. Perusahaan yg dikomandoi Elon Musk tersebut bakal memiliki saingan di industri mobil listrik, Faraday Future.…