Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Inden Honda BR-V Sampai Maret

Jumat, Januari 29th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Sampai ketika ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) telah mengantongi pemesanan BR-V sebanyak 7.000 unit lebih di semua Indonesia. Pengiriman ke konsumen telah akan dikerjakan sejak akhir minggu dulu dan yg membeli sekarang mulai mendapatkan unitnya pada Maret 2016.

Marketing and Aftersales Service Director PT HPM, Jonfis Fandy, menjelaskan, inden BR-V ini dipastikan paling lama cuma beberapa bulan. Sehingga, konsumen yg memesan sekarang mulai menerimanya pada awal atau akhir Maret 2016.

“Paling cepat Februari atau paling lama di awal Maret atau akhir Maret,” kata Jonfis di sela-sela acara Test Drive Honda BR-V di Bali, Kamis (28/1/2016).

Jonfis melanjutkan, lamanya inden itu tergantung dari tipe apa yg dipesan oleh konsumen. Saat ini di antara segala pemesanan, 75 persen yg dibeli adalah tipe E dan S, 25 persen Prestige.

“Jadi kalau memang tipenya yg paling banyak dibeli itu indennya cukup lama, tetapi ada dua tipe yg memang tak lama,” kata Jonfis lagi.

Berikut daftar harga Honda BR-V on the road Jakarta:
BR-V S MT Rp 226.500.000
BR-V E MT Rp 236.500.000
BR-V E CVT Rp 246.500.000
BR-V E Prestige CVT Rp 261.500.000

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Inden Honda BR-V Sampai Maret

Rabu 27 Januari 2016 | Berita Otomotif

Kabar buruk stop beroperasinya PT Ford Motor Indonesia masih meninggalkan tanda tanya besar untuk konsumen mobil Ford di Indonesia. Mereka khawatir penutupan Ford Indonesia mulai…

Rabu 24 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Setelah membuka dengan launching SUV GLE sebagai model baru pertama tahun ini, Mercedes-Benz (MB) Indonesia juga mengungkap tengah menyiapkan setidaknya enam model…

Sabtu 13 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Tak seperti produsen mobil yang lain yg berbisnis dengan menjadikan salah sesuatu model mereka menjadi armada taksi, Datsun Indonesia lebih memilih menolak bagi menjadikan mobil…