Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Impor Truk Bekas Mengancam Pabrik Tutup?

Rabu, Maret 2nd 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Mulai Januari 2016 Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 127 tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru akan memperbolehkan impor segera truk bekas ke Indonesia.

Kebijakan tersebut banyak mendapatkan tentangan dari para produsen otomotif yg bermain di segmen truk di Indonesia. Sebab, sesuatu sisi pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mendorong produsen mobil bagi berinvestasi mendirikan pabrik, tapi di sisi lain, Kementerian Perdagangan membuka kebijakan impor truk bekas.

Direktur Pemasaran PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily, menjelaskan, kebijakan impor truk bekas itu sangat tak sejalan dengan kebijakan yg mewajibkan investasi pabrik. Sebab, keduanya saling bertentangan, tapi dampaknya tak mengancam sampai harus menutup pabrik.

“Kita sesuatu sisi disuruh investasi, pabrik telah berdiri dan memproduksi di dalam negeri. Tetapi, sesuatu sisi lagi ada kebijakan impor truk bekas. Produksi dalam negeri saja masih cukup memenuhi permintaan pasar lokal,” ungkap Ernando ketika dihubungi KompasOtomotif, Rabu (2/3/2016).

TRIBUNNEWS / HERUDIN Pekerja merakit komponen mobil di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4/2015). Pabrik Isuzu Karawang Plant berlokasi di kawasan Suryacipta City of Industry ini memiliki kapasitas produksi 52 ribu unit per tahun dan mampu dikembangkan menjadi 80 ribu unit per tahun.

Seharusnya, kata Ernando, pelaku bisnis di dalam negeri harus dilindungi. Sebab, tak cuma fokus melakukan bisnis, tapi menciptakan lapangan kerja besar untuk masyarakat Indonesia.

“Mendirikan pabrik itu kami menyerap lapangan kerja lokal, belum lagi suplier. Harapannya, kebijakan itu tak ditutup kembali,” kata Ernando.

Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) juga menyampaikan tak setuju dengan kebijakan yg dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sebab, mulai merugikan produsen truk di Indonesia.

“Meski tak segera tapi mulai mengganggu penjualan. Tapi tergantung juga truk impor bekas itu di harga berapa. Satu hal yg sangat disayangkan adalah kalian (produsen) disuruh bangun pabrik, tapi setelah jadi, ada kebijakan seperti itu (impor truk bekas),” ujar Santiko ketika dihubungi KompasOtomotif, Rabu (2/3/2016).

Menurut Santiko, apakah kehadiran truk bekas itu tak merugikan konsumen. Sebab, buat mendapatkan pelayanan servis dan yang lain sebagainya dari mana, karena tak ada Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yg jelas.

“Kalau sampai mengancam tutup pabrik itu ceritanya sangat panjang, kami harus melihat dahulu dampaknya sebesar apa dan yg kami harapkan adalah tak ada impor barang-barang bekas atau kebijakan tersebut ditutup kembali,” ucap Santiko.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Impor Truk Bekas Mengancam Pabrik Tutup?

Kamis 14 Januari 2016 | Berita Otomotif

Ajang Detroit Auto Show 2016 sudah resmi digelar. Sejumlah produsen otomotif akan memberikan kejutan demi kejutan dalam event tahunan tersebut. Salah satunya adalah Chevrolet yg…

Kamis 26 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif — Buat orang berduit, barang-barang mewah seperti mobil hanya dianggap “jajanan” murah. Diler mobil dikira mall, selain untuk menghabiskan uang, juga tempat nongkrong melepaskan penat…

Rabu 6 Januari 2016 | Berita Otomotif

Las Vegas – BMW turut ambil bagian dalam perhelatan CES 2016 yg digelar di Las Vegas, AS. Melalui divisi pengembangan teknologi sepeda motor, produsen otomotif…