Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Hyundai Indonesia Incar Jadi Basis Produksi ASEAN

Minggu, Februari 21st 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Hyundai Mobil Indonesia (HMI) mengaku telah meminta kepada prinsipal, Hyundai Motor Company (HMC), agar tidak mengurangi model rakitan lokal. HMI butuh bisnis lokalisasi lebih besar buat mengimbangi skema impor unit jual.

Semua model yg dijual HMI diimpor dari Korea Selatan dan India, kecuali MPV H-1 yg diproduksi secara completely knock down (CKD) di pabrik Hyundai di Bekasi, Jawa Barat. Produksi H-1 ditujukan bagi pasar domestik sekaligus ekspor, salah sesuatu negara terbesar penerimanya adalah Thailand.

Presiden Direktur HMI Mukiat Sutikno mengatakan, selama ini kuota ekspor H-1 di antara 220 – 250 unit per bulan. Kinerjanya selama ini menolong HMI menghadapai tekanan nilai tukar rupiah yg selalu melemah sejak dua tahun lalu.

HMI mengaku pada 2015 sudah melakukan rombakan besar pada operasional bisnis karena sangat terpukul pelemahan rupiah. Jumlah pekerja sudah berkurang dari sekitar 900 orang menjadi 730 orang.

“H-1 masih diproduksi. Memang sebenarnya pabrik itu menolong bagi otomotif, sebab sebenarnya saat dollar Amerika Serikat (AS) naik sedikit pun berasa, dengan adanya pabrik berarti kan produk tersebut mampu dilokalisasi dan semuanya pasti menargetkan minimal 40 persen (konten lokal) tadi itu dapat diekspor,” kata Mukiat, Kamis (20/2/2016).

Sedang dipelajari

Mukiat mengemukakan, HMC telah akan terbuka bila Indonesia ingin tidak mengurangi produk lokal. Namun diakui perbincangan masih seputar pilihan model yg tepat.

“Kami telah pernah ngomong, mereka pun menanggapi cukup bagus tetapi kembali lagi kalian masih melihat pilihan produknya apa,” ujar Mukiat.

Produk impor HMI yg kini dijual di Indonesia, yakni hatchback i10, SUV kecil Tucson, SUV medium Santa Fe, dan sedan Sonata, dikatakan belum sesuai visibilitas produksi di Indonesia. Selain berharap dapat tidak mengurangi produksi lokal, HMI juga berpandangan mampu menjadi basis produki model baru yg setidaknya memenuhi pasar Asia Tenggara (ASEAN).

Mukiat berujar produk baru paling tepat yakni MPV bawah sesuai dengan pasar terbesar mobil penumpang di Indonesia. Namun kendalanya, HMC tak milik model seperti itu. Lagipula HMC masih menganut paham model global, artinya rancangan mobil tak spesifik cuma bagi sesuatu negara melainkan mampu diterima di semua pasar dunia.

“Kami tak mau berjanji terlalu banyak, tetapi bagi pasar Hyundai sekarang ini, mereka di India mampu bermain dengan leluasa, di AS basisnya belum besar tetapi telah stabil. Mereka yg belum itu di ASEAN, di situ Hyundai masih kecil,” ucap Mukiat.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Hyundai Indonesia Incar Jadi Basis Produksi ASEAN

Rabu 2 Desember 2015 | Berita Otomotif

Saat ini sejumlah wilayah Indonesia telah hampir tiap hari diguyur hujan. Ya, musim hujan sudah datang. Nah, di musim hujan kali ini Anda dituntut waspada…

Minggu 8 November 2015 | Berita Otomotif

Bogor, KompasOtomotif – Lebih dari 2.600 Suzuki Ertiga memadati SICC-Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/11/2015). Tak cuma berkumpul, para pemilik MPV 7-penumpang itu juga…

Jumat 20 November 2015 | Berita Otomotif

Milan -Setelah menampilkan motor konsepnya dan versi modifikasinya, BMW akhirnya berani memunculkan motor yg disebut-sebut sebagai hasil kerja sama dengan TVS. Bagi BMW, ini adalah langkah…