Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Honda: Kami Bukan Follower Kompetitor

Jumat, Februari 19th 2016.

Bogor -PT Astra Honda Motor (AHM) tidak jarang dianggap menjadi ‘follower’ dengan menghadirkan motor-motor berjenis sama dengan kompetitornya. Banyak yg menilai bahwa macam sepeda motor baru yg diluncurkan kompetitor segera diikuti oleh AHM dengan mengeluarkan macam motor yg sama.

Misalnya Honda Sonic 150R yg setara dengan Suzuki Satria F150. Atau, Honda CB150R StreetFire yg menjadi penjegal kesuksesan Yamaha V-Ixion. Dan, baru-baru ini juga beredar kabar bahwa Honda menyiapkan motor bebek super 150 cc pesaing Yamaha MX King.

Menurut Direktur Pemasaran AHM, Margono Tanuwijaya, hal itu sebenarnya bukan persoalan pabrikan mana yg ‘mengikuti’. Dia menegaskan, AHM tak 100 persen benar mengekor ke pabrikan lainnya.

“Enggak juga. Enggak 100 persen benar seperti itu. Kita tak berusaha mengikuti. Itu kan persoalan timing, persoalan prioritas. Soal mana duluan menurut aku sih enggak ada. Itu persoalan timing aja,” kata Margono.

Jika memang disamakan dengan anggapan bahwa Honda menjadi follower, perusahaan yang lain pun mampu dibilang melakukan hal yg sama. Misalnya, Yamaha mengeluarkan NMAX setelah Honda memiliki PCX di kelas skuter matik (skutik) berbadan besar dengan mesin 150 cc. Atau Yamaha Fino yg mengekor Honda Scoopy.

Jadi, Margono menegaskan, masing-masing perusahaan milik strateginya sehingga jangan cuma dilihat dari sesuatu sisi. Keputusan kapan launching produk atau siapa yg lebih lalu launching produk di segmen baru adalah kebijakan dan strategi masing-masing perusahaan.

“Kalau gitu sih menurut aku enggak perlu dibahas. Masing-masing company milik strateginya,” ujar Margono.

Intinya, menurut Margono, AHM menyiapkan produk sepeda motor yg ada permintaannya di Indonesia. Contohnya, motor gede (moge/big bike) Honda yg pasarnya kecil, tetapi AHM tetap fokus pada penjualan moge itu.

“Kalau ada segmennya kenapa enggak. Menurut kami adalah selama ada segmennya ya kami jual. Kalau dari kami bukan cuma ngambil segala (segmen). Honda kalau customer-nya ada yg butuh ya kalian penuhi. Big bike misalnya. Kecil. Kenapa kalian bawa? Karena ada pasarnya,” jelas Margono. (rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Honda: Kami Bukan Follower Kompetitor

Senin 30 November 2015 | Berita Otomotif

Tokyo, KompasOtomotif – Toyota, Honda, dan Nissan adalah manufaktur otomotif paling inovatif menurut daftar top 100 inovator global yg dibuat Thomson Reuters pada 2015. Hal…

Sabtu 5 Maret 2016 | Berita Otomotif

Spanyol, KompasOtomotif – Sam Lowes yg menjadi pebalap Federal Oil Gresini Moto2 akan musim 2016, menunjukan tajinya ketika sesi latihan bebas di Sirkuit Jerez de…

Sabtu 13 Februari 2016 | Berita Otomotif

Los Angeles -Perusahaan pembiayaan atau leasing punya Toyota – yakni Toyota Motor Credit Corp – setuju membayar denda sebesar US$21,9 juta atau sekitar Rp 302,2 miliar,…