ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA

Surabaya

Menu

Harley-Davidson Ikut Hengkang Dari Indonesia?

Kamis, Februari 4th 2016.

Jakarta – Setelah beberapa minggu dulu publik otomotif Tanah Air dikejutkan dengan kabar hengkangnya Ford dari Indonesia, kini sesuatu lagi merek yang berasal Amerika Serikat yg juga menetapkan buat menghentikan bisnis penjualannya di negara ini; Harley-Davidson.

Hari ini, Kamis, 4 Februari 2016, sudah beredar surat di kalangan wartawan yg berisikan bahwa PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia menetapkan bagi tak memperpanjang keagenan Harley-Davidson di Indonesia. Dengan kata lain, mereka menetapkan buat menghentikan bisnis penjualan sepeda motor yang berasal AS tersebut di Indonesia.

Dalam surat yg mengatasnamakan Presiden Direktur PT Mabua Harley-Davidson Djonnie Rahmat itu disebutkan bahwa penghentian keagenan Harley-Davidson sudah dikerjakan sejak 31 Desember 2015. Alasan yg mendasari adalah iklim usaha di Tanah Air yg tak lagi kondusif dalam dua tahun terakhir.

Berikut isi suratnya:

Kepada Yang Saya Hormati Seluruh Unit Usaha MRA Grup

Dengan berat hati bersama ini diberitahukan bahwa PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia tak memperpanjang keagenan Harley-Davidson di Indonesia, terhitung akan tanggal 31 Desember 2015.

Selama dua tahun terakhir, iklim usaha pada sektor otomotif, khususnya di bidang motor besar, mengalami berbagai kendala, antara yang lain yaitu:

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang US Dollar, yg dimulai sejak pertengahan tahun 2013 dan berlanjut sampai dengan ketika ini mencapai lebih kurang 40 persen.

Kebijakan pemerintah Republik Indonesia mengenai tarif Bea masuk serta pajak yg terkait dengan importasi dan penjualan motor besar, antara lain:

a. PMK No 175/PMK.011/2013 tentang kenaikan tarif PPh 22 import dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen.
b. PP no 22 tahun 2014 tentang kenaikan pajak penjualan barang mewah dari 75 persen menjadi 125 persen.
c. PMK No 90/PMK.03/2015 tentang penetapan tarif PPh 22 Barang Mewah buat motor besar dengan kapasitas mesin di atas 500 cc dari 0 persen menjadi 5 persen.
d. PMK no 132/PMK.010/2015 tentang kenaikan tarif bea masuk motor besar dari semula 30 persen menjadi 40 persen.

Total keseluruhan pajak bagi importasi motor besar mencapai hampir 300 persen, tak termasuk bea balik nama dll-nya.

Faktor-faktor tersebut di atas sudah mengakibatkan kelesuan pasar serta penurunan minat beli.

Untuk dua bulan mendatang, sebagai bentuk komitmen yg tinggi, kalian tetap mulai memberikan layanan purna jual serta penjualan suku cadang, dan lain-lain.

Ucapan terima kasih serta penghargaan yg tinggi kita sampaikan kepada Bapak Soetikno Soedarjo dan para pemegang saham MRA Group serta semua pihak, yg sudah memberikan dedikasi serta dukungannya, sehingga PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia dapat menjadi bagian dari perkembangan Harley-Davidson di Indonesia sejak tahun 1997 sampai dengan ketika ini.

Salam,
Djonnie Rahmat

Hingga berita ini ditulis, Djonnie Rahmat belum mampu dikonfirmasi oleh . Meski demikian, isi surat tersebut sudah dibenarkan oleh salah seorang staf perusahaan.

Menurutnya, surat yg ditandatangani oleh Djonie Rahmat selaku Presiden Direktur PT Mabua Motor Indonesia itu sebenarnya belum boleh keluar, karena baru bersifat draft pengajuan dari manajemen ke holding company di MRA.

Sementara itu, sebuah sumber yang lain yg diperoleh mengatakan bahwa pihak perusahaan mulai mengundang awak media pada Rabu minggu depan (10/2/2016) bagi menjelaskan secara detail mulai hal ini.

PT Mabua Harley-Davidson adalah importir motor merek Harley-Davidson sejak 1997 dan distributornya dikelola oleh PT Mabua Motor Indonesia. Namun, pada dua tahun terakhir, penjualan mereka menurun drastis.

Harga sepeda motor Harley-Davidson di Indonesia makin tinggi akibat melemahnya nilai tukar Rupiah. Diperparah lagi dengan kenaikan Pajak Penambahan nilai atas Barang Mewah (PPnBM). Harley-Davidson dikenakan PPnBM 125% karena kapasitas mesinnya lebih dari 500cc.

Sebenarnya isu hengkangnya Harley-Davidson dari pasar otomotif Tanah Air telah akan berhebus kencang pada akhir tahun lalu, menyusul ditutupnya salah sesuatu diler PT Mabua Harley-Davidson di Jalan Sultan Iskandarsyah di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. [ikh]

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Mobil Terbaru

Related Article Harley-Davidson Ikut Hengkang Dari Indonesia?

Rabu 10 Februari 2016 | Berita Otomotif

Greater Noida, KompasOtomotif – Rata-rata, sepeda motor model adventure dipatok mahal dengan segenap teknologi yg diusungnya. Inilah alasan yg bikin banyak orang menahan diri dan…

Sabtu 7 November 2015 | Berita Otomotif

Tokyo, KompasOtomotif – Subaru Fuji Heavy Industries dan Toyota Motor Corporation pertama kali memperkenalkan versi produksi dari kolaborasi mobil sport BRZ dan 86 pada Tokyo…

Senin 4 Januari 2016 | Berita Otomotif

Hakone -SUV premium keluaran Mitsubishi, All New Pajero Sport sungguh memanjakan pengendaranya. Bagaimana tidak, Pajero generasi ketiga ini dilengkapi fitur Hill Start Asist. Apakah itu? Hill…