ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA

Surabaya

Menu

Gaikindo Minta Maaf Otomotif Tidak Capai Target Tahun Ini

Jumat, November 20th 2015.

Jakarta, KompasOtomotif – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kembali menyatakan prediksi pencapaian otomotif tahun ini. Prediksi baru yg diungkap lebih akurat, sebab pergantian tahun cuma menyisakan kurang dari beberapa bulan.

“Perkiraan beberapa hari yg lalu, (penjualan) domestik 1 juta unit, itu turun 18 persen (dibanding 2014) Produksi 1,1 juta unit, itu turun 15 persen,” ungkap Sekertaris Umum Gaikindo Noegardjito di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (19/11/2015).

Noegardjito mengatakan, menurut road map, seharusnya penjualan di dalam negeri pada 2015 mencapai 1,224 juta unit, produksi 1,6 juta unit dan ekspor 368.000 unit. “Itu seluruh sasaran belum mampu dipenuhi, aku minta maaf,” kata Noegardjito mewakili Gaikindo.

Salah sesuatu hal utama yg harus diantisipasi merupakan selalu melemahnya penjualan mobil domestik yg dapat memengaruhi banyak hal. Noegardjito meminta dukungan berupa kebijakan operasional baik buat jangka pendek ataupun panjang sebagai solusi.

Indonesia harus kembali ke jalur yg benar bila ingin mencapai penjualan domestik 1,9 juta unit dan produksi lokal 2,6 juta unit pada 2020.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Gaikindo Minta Maaf Otomotif Tidak Capai Target Tahun Ini

Sabtu 16 April 2016 | Berita Otomotif

Chandra Ade Priawan (42) boleh jadi meraup untung besar lewat bisnis layanan servis dan penyediaan suku cadang Harley-Davidson (HD). Pendapatan bengkelnya selalu meningkat seiring banyaknya…

Senin 1 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif — Penggemar Marc Marquez dan Dani Pedrosa di Indonesia boleh berbangga hati. Sebab, PT Astra Honda Motor (AHM) mulai mengundang kembali kedua pebalap MotoGP…

Selasa 2 Februari 2016 | Berita Otomotif

New Delhi, KompasOtomotif — Identitas sepeda motor baru Yamaha India seharga Rp 6 jutaan hasil proyek INDRA atau Innovative and New Development based on Responsible Analysis…