Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Ford Pergi Lagi Dari Indonesia

Jumat, Januari 29th 2016.


Jakarta, KompasOtomotif –
Pada tanggal 25 Januari lalu, kami dikejutkan oleh berita bahwa perusahaan pembuat mobil terkemuka yang berasal Amerika Serikat, Ford, mulai berhenti beroperasi di Indonesia akan paruh kedua tahun ini. Tidak berlebihan seandainya kami menyampaikan bahwa berita mengejutkan karena hingga minggu lalu, PT Ford Motor Indonesia masih mempersiapkan kehadiran produk terbaru mereka, sport utility vehicle (SUV) midsize, All New Everest.

All New Everest keluaran Ford itu disebut-sebut mulai hadir sekitar minggu depan bagi mendampingi All New Pajero Sport dari Mitsubishi dan All New Fortuner dari Toyota. Untuk meramaikan segmen SUV midsize itu, perusahaan pembuat mobil yang berasal Korea Selatan, Hyundai, menyiapkan All New Santa Fe.

Bahkan, PT Ford Motor Indonesia, minggu lalu, sudah memesan space (ruang) iklan sesuatu setengah halaman di salah sesuatu media massa besar bagi menyambut kehadiran All New Everest. Tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa PT Ford Motor Indonesia membatalkan pesanan space iklan tersebut, tanpa memberi tahu mengapa pesanan itu dibatalkan.

Sebelum alasan tentang pembatalan iklan itu diperoleh, tiba-tiba muncul pengumuman dari Bagus Susanto, Managing Director PT Ford Motor Indonesia, bahwa Ford menghentikan penjualan dan impor resmi seluruh kendaraan Ford di Indonesia pada paruh kedua tahun ini. Sebagai alasan disebutkan beberapa faktor, yakni minimnya penjualan dan ketiadaan pabrik perakitan di Indonesia. Selain di Indonesia, Ford juga mulai mengakhiri operasinya di Jepang, dengan alasan yg lebih kurang sama.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dalam tahun 2015, penjualan wholesale Ford mencapai 4.986 unit dengan penjualan terbesar dicapai EcoSport, SUV subcompact, sebanyak 2.713 unit. EcoSport mengalahkan penjualan model lain, seperti Fiesta (hatchback subcompact), Escape (SUV compact), Everest (SUV midsize), dan Focus (hatchback compact).

Bagi orang-orang yg sudah memiliki mobil Ford, menurut Bagus Susanto, tak perlu khawatir karena Ford tetap mulai menjamin layanan purnajualnya, termasuk servis dan garansi, serta penyediaan suku cadangnya.

Bukan yg pertama

Berita bahwa Ford mulai pergi dari Indonesia itu memang mengejutkan. Namun, itu bukan kali yg pertama. Sebelumnya, Ford juga pernah hilang dari pasar otomotif di Indonesia.

Ford secara resmi hadir di Indonesia pada tahun 1989 melalui Indonesia Republik Motor Company (IRMC). Lalu kemudian sempat “mati suri” sebelum hadir kembali bulan Juli 2000 dengan didirikannya PT Ford Motor Indonesia. Produk Ford sendiri baru hadir tahun 2003, yakni Ranger, mini truk berkabin tunggal, tunggal ekstra, dan ganda.

Ranger segera diserap pasar oleh karena pada ketika itu tak ada kendaraan sejenis yg menjadi pesaing. Melihat sukses Ford itu, Mitsubishi, Mazda, Isuzu, dan Nissan pun memasukkan kendaraan sejenis. Muncullah Strada Triton, BT-50, D-Max, dan Frontier Navara. Belakangan Chevrolet pun masuk dengan Colorado.

Sejak kehadiran Ranger itu, prospek Ford di Indonesia itu cukup baik. Namun, seluruh produk Ford itu diimpor dari luar negeri karena Ford tak memiliki pabrik di Indonesia sehingga sangat rentan terhadap keadaan ekonomi global. Penjualan Ford di Indonesia yg mencapai 12.008 unit pada tahun 2014, segera anjlok lebih dari 50 persen, menjadi hampir 5.000 unit pada tahun 2015, seiring dengan melemahnya ekonomi global.

Sebelum IRMC berdiri, Ford masuk ke Indonesia melalui importir umum. Pada akhir 1970-an, hadir Ford Cortina Mark III. Kemudian, pada tahun 1980-an, Ford masuk ke Indonesia melalui Indomobil Group, yakni Ford Laser, yg bersaudara kembar dengan Mazda 323 serta Ford Telstar TX3 dan TX5, yg bersaudara kembar dengan Mazda 626.

Dari data yg ada, diketahui bahwa mobil Ford pertama hadir di Indonesia pada tahun 1904, ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Mobil itu adalah Ford Model C, 2 silinder, pemiliknya orang Belanda, W Zweerts de Jong, tinggal di Jakarta.

Yang paling heboh adalah Ford Model A, 4 silinder, keluaran tahun 1928, yg masuk Indonesia pada tahun 1929. Pada tahun yg sama, mobil punya orang Belanda, KE Schutt, yg tinggal di Bandung itu, digunakan bagi menempuh perjalanan tanpa henti (nonstop) dari Batavia (Jakarta) ke Surabaya yg berjarak 846 kilometer. Ford Model A yg memakai nomor polisi D880 itu mencatatkan rekor baru Batavia-Surabaya dalam waktu 11 jam 26 menit dengan kecepatan rata-rata 75 kilometer per jam. Rekor itu 32 menit lebih cepat daripada rekor yg dibuatnya sendiri dengan mobil model La Salle keluaran General Motors pada tahun 1927.

Mobil pertama yg hadir di Indonesia adalah Benz Viktoria Phaeton pada tahun 1894, punya Sultan Solo Pakubuwono X. Mobil-mobil yang lain kemudian menyusul masuk ke Indonesia termasuk merek-merek mobil yg kini telah tak ada lagi. Merek-merek yg bertahan hingga sekarang, yakni Cadillac, Fiat, dan Peugeot, sempat difoto bersama dengan pemiliknya di Banyubiru, Pasuruan, pada tahun 1907. Mobil Opel masuk pada tahun 1910

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  • Ford Indonesia Tutup

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Ford Pergi Lagi Dari Indonesia

Kamis 24 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif — Balapan MotoGP Indonesia 2017-2019 mulai diselenggarakan di Sirkuit International Sentul di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mulai April tahun depan, Sirkuit Sentul mulai direnovasi dan…

Sabtu 23 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Setelah debut dunia di pameran GIIAS 2015, PT Honda Prospect Motor (HPM), Sabtu (23/1/2016) menyerahkan 200 unit BR-V ke tangan konsumen. Penyerahan…

Sabtu 9 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Yamaha tidak mengurangi line up mogenya dengan MT-09 Tracer. Motor sport multiguna ini memiliki dua keunggulan. Yamaha semalam launching motor di pameran otomotif…