Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Suhu Busi?

Rabu, Desember 30th 2015.

Busi adalah komponen kecil tapi memainkan peranan besar dalam setiap mesin bakar. Tanpa busi, mesin tak mampu dihidupkan. Fungsi busi adalah menyalakan campuran bahan bakar dan udara yg masuk ke dalam ruang pembakaran, menghantarkan panas keluar dari pembakaran dan menutup lubang di kepala silinder agar gas pembakaran tak bocor.Menurut Heri Margiraharjo, Sales Technical Engineer PT NGK Busi Indonesia, seandainya mesin mogok jangan segera menyalakan busi, mengingat fungsi busi cuma mengeluarkan percikan api dan memindahkan panas keluar dari ruang pembakaran.Selain itu busi berperan juga sebagai jendela dan memberi petunjuk tentang keadaan mesin. Ibarat thermometer dipakai dokter, mekanik bisa mendiagnosis gejala dan keadaan mesin.“Kalau dia mekanik yg telah tinggi jam terbangnya dan berpengalaman, pasti dia mampu menganalisa gejala-gejala kayak gitu, dan dapat menemukan akar permasalahan mesin,” terang Heri kepada otosia.com dalam kesempatan lalu.Terkadang busi kadang dijadikan kambing hitam dan dibuang sebelum umur pakainya berakhir. Padahal usia busi bagi kendaraan roda beberapa rata-rata 5.000 km, dan bagi roda empat rata-rata 10.000 – 15.000 km.Pada bagian lain, setidaknya ada dua hal yg perlu diketahui soal busi. Misalnya menyangkut suhu busi dalam kendaraan. Berikut dua faktor yg mempengaruhi suhu busi:Suhu di pucuk pengapian paling ideal seandainya perbandingan udara dan bensin 14.7 : 1. Hal ini juga mulai menghasilkan tenaga mesin secara maksimal. Suhu tersebut mulai menurun apabila udara/bensin diubah menjadi lebih kurus atau lebih gemuk.Menaikkan perbandingan kompresi berisiko menaikkan suhu dan tekanan gas pembakaran. Sebagai akibatnya, suhu pucuk pengapian naik, dan sebaliknya toleransi pengapian dini malah menurun secara perlahan-lahan.Memajukan waktu pengapian berakibat meningkatnya suhu pucuk pengapian, karena waktu kompres gas pembakaran diperpanjang. Sementara toleransi suhu pengapian dini naik secara perlahan-lahan karena tekanan dan suhu bahan bakar lebih rendah sebelum pembakaran.Pada kecepatan dan beban normal, suhu pucuk pengapian dan dinding ruang pembakaran sedikit lebih tinggi dengan bahan bakar LPG daripada bensin. Ini disebabkan LPG tak membutuhkan panas bagi menguap, maka proses pendinginan pun lebih lamban.Suhu pucuk pengapian meningkat secara proporsional dengan meningkatnya kecepatan dan penambahan beban.Kurang mengencangkan busi atau gasketnya ketinggalan ketika pemasangan busi berakibat naiknya suhu busi dengan cepat, karena penyaluran panas dari mesin tak efisien. Jika sistem pendinginan air macet, suhu mesin dan busi naik lebih cepat.
Sumber: http://www.merdeka.com

Mobil Terbaru

Related Article Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Suhu Busi?

Selasa 26 April 2016 | Berita Otomotif

Tokyo, KompasOtomotif – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) kembali menggelar konferensi pers terkait pelanggaran uji efisiensi bahan bakar minyak (BBM) di Jepang, Selasa (26/4/2016). MMC kembali…

Rabu 9 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – General Motors (GM) Indonesia telah  kehilangan banyak pekerja sejak pabrik satu-satunya yg memproduksi Chevrolet Spin di Pondok Ungu, Bekasi Jawa Barat (Jabar),…

Selasa 1 Desember 2015 | Berita Otomotif

Yokohama -Jika anda sedang berada di Jepang dan anda adalah seorang pecinta mobil pabrikan yang berasal Jepang, Nissan, tak ada salahnya anda meluangkan waktu buat tiba…