Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Ertiga Dreza Lebih Mahal Dari Pesaing Yang Punya Mesin Besar, Ini Kata Suzuki

Jumat, Januari 8th 2016.

Jakarta -Suzuki Indomobil Sales (SIS) berani membanderol Ertiga Dreza lebih mahal ketimbang pesaingnya yg memiliki mesin lebih besar. Namun, Suzuki mengklaim harga Ertiga Dreza telah sesuai dengan nilai yg didapat konsumen.

Untuk diketahui, harga on the road (OTR) Jabodetabek New Ertiga Dreza dengan transmisi manual (MT) merupakan Rp 216.900.000 dan buat Ertiga Dreza transmisi otomatis (AT) Rp 229.500.000. Sementara New Ertiga Dreza GS MT dibanderol Rp 223.900.000 dan New Ertiga Dreza GS AT Rp 236.500.000.

Ertiga Dreza mengusung mesin K14B DOHC 4 silinder 1.400cc, Variable Valve Timing (VVT), Multi Point Injection (MPI), Metal Timing Chain dan Drive by Wire Technology.

Sebagai pembanding, pesaingnya yakni Toyota Grand New Veloz memiliki varian bermesin lebih besar mesin IL, 4 Cylinder, 16 V, DOHC, Dual VVT-i 1.500cc. Harga Veloz 1.5 di Auto2000 Jakarta merupakan Rp 215.100.000 bagi transmisi manual dan Rp 226.900.000 bagi trasmisi otomatis.

4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales Davy J Tuilan mengatakan, harga Ertiga Dreza mulai lebih murah ketika diler Suzuki menawarkan potongan harga.

“Harga OTR itu harga semu. Jadi boleh kalian menganalisa harga OTR. Kita tahu the real price is not the sticker price, is not the on road price. Karena kalian ngomong diskon. Walaupun positioning paling tinggi, tetapi secara harga transakasi nanti seperti apa,” kata Davy usai peluncuran Ertiga Dreza di Jakarta.

Dia menambahkan, secara harga Suzuki mengirimkan pean bahwa Ertiga Dreza menawarkan posisi teratas dalam segi kemewahan dan kenyamanan. “Sehingga ada value harus ada harganya. Jadi kita tak terlalu khawatir,” kata dia.

Menurutnya, konsumen di segmen kendaraan dengan harga jual di atas Rp 200 juta tak cuma ingin mobil yg harganya terjangkau. Namun, konsumen itu juga ingin mendapatkan nilai lebih dari apa yg dibayarnya.

“Dari 6 motif pembeli, merupakan keluarga, performa mesin, harga jual dan lainnya, salah satunya adalah citra gengsi. Di Low MPV dengan harga di atas Rp 200 juta itu telah tak ngomong lagi diskon, DP murah, cicilan murah. Tapi apa yang didapetin. Jadi kami ingin men-deliver value. Kami lihat segmen di atas Rp 200 juta karakteristik konsumen tak sekadar pengen mobil yg terjangkau, yg DP-nya murah, cilannya murah. Tapi meraka ingin mobil yg mewakili diri mereka. Salah sesuatu yg merepresentasikan citra, gengsi mereka,” ucap Davy.

4W Marketing Director PT SIS, Makmur menambahkan, Suzuki melihat adanya ceruk di segmen Low MPV dengan harga di atas Rp 200 juta. Menurutnya, Suzuki melihat apa yg dibutuhkan pembeli mobil di kelas itu.

“Kita lihat yg dibutuhkan orang-orang di kelas ini, merupakan adalah kemewahan dan keyamanan. Makanya kami berikan seluruh fasilitas yg dibutuhkan. Makanya fitur-fitur apa yg kami lengkapi sehingga value for money bagi mobil ini dapat,” ujarnya.

Foto: Agung Pambudhy
Foto: Agung Pambudhy
Foto: Agung Pambudhy
Foto: Agung Pambudhy
Foto: Agung Pambudhy
Foto: Agung Pambudhy

(rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Ertiga Dreza Lebih Mahal Dari Pesaing Yang Punya Mesin Besar, Ini Kata Suzuki

Senin 28 Desember 2015 | Berita Otomotif

Munich -Setelah empat tahun sejak pertama kali dipamerkan di Beijing Auto Show 2012 dan selalu mengalami penyempurnaan, konsep anyar mobil sport convertible BMW i8 langsung ditampilkan.…

Selasa 15 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Para pelaku industri otomotif nasional harus menelan pil pahit tahun ini. Kondisi pasar yg lesu membuat sejumlah prediksi patah, gelombang pesimistis bermunculan,…

Minggu 27 Desember 2015 | Berita Otomotif

Wina, KompasOtomotif – Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memprediksi kebutuhan minyak bagi bahan bakar kendaraan tetap tinggi dalam empat dekade ke depan. Ditinjau…