Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

ERP Bisa Picu Pengemudi Mobil Beralih Ke Motor

Sabtu, Maret 12th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Mengacu pada rencana implementasi dari menajemen dan pencegahan kemacetan dulu lintas, Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 tahun 2014, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pasal 78,  akan berlakukan electronic ride price (ERP/jalan berbayar) di dua wilayah Ibu Kota.

Sebagai langkah awal diberlakukan sistem ini, pelarangan akses sepeda motor telah diberlakukan di dua jalan utama, yakni di MH Thamrin dan Merdeka Barat sejak Desember 2014 dan mulai diperluas di dua zona lain.

Leksmono Suryo Putranto, Guru Besar Bidang Transportasi Universitas Tarumanegara, mengatakan, pelarangan sepeda motor ini berlaku di wilayah yg nantinya diterapkan ERP. Setiap regulasi mulai ada dampak, terkait hal ini, Leksmono yg memegang gelar profesor ini, memprediksi mulai terjadi peralihan besar-besaran, dari mobil ke sepeda motor, ketika ERP diimplementasikan.

“Kalau anda perhatikan,  sepeda motor dilarang pada sebagian dari koridor ERP yg mulai datang.  Diakui atau tidak,  ini adalah persiapan untuk  ERP. Konteksnya, dikhawatirkan mulai terjadi peralihan besar-besaran dari mobil ke motor pada koridor ERP, saat  program ini diimplementasikan,” ujar Leksmono kepada KompasOtomotif, Jumat (11/3/2016).

Menurut Leksmono, peralihan terjadi karena alasan efisiensi biaya transportasi oleh masyarakat.Jadi, sepeda motor mulai menjadi transportasi alternatif selain mobil, karena tak dikenakan biaya tambahan, meski tak boleh melintasi zona-zona ERP.

Jika benar mulai terjadi peralihan besar-besaran, tentu yg mulai diuntungkan adalah para produsen sepeda motor. Tapi yg jelas, kebijakan pengendalian dan rekayasa dulu lintas, seharusnya mampu mewujudkan keadaan jalan yg aman dan nyaman.

Jangan Korbankan Industri

Sebagai wadah buat para pelaku industri otomotif roda dua, pihak Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mengatakan, ini tentu terkait kepentingan pengendara buat mewujudkan keadaan dulu lintas yg baik. Namun, kebijakan tersebut jangan sampai memberi merugikan industri, dalam hal ini penjualan.

“Untuk pengembangan sistem dahulu lintas, kita memandangnya secara keseluruhan. Namun, dari kebijakan tersebut, tentu diharap jangan sampai memberikan efek negatif kepada penjualan sepeda motor,” ujar Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) kepada KompasOtomotif, Jumat (11/3/2016).

Gunadi menambahkan, pihaknya berharap pasar sepeda motor terus terbuka dan mendapat respons baik. “Kebutuhan sepeda motor yaitu sesuatu keharusan, karena jadi salah sesuatu sarana mobilitas masyarakat. Sekali lagi, pelarangan-pelarangan yg nantinya mulai muncul tersebut juga diharap tak memberikan efek negatif buat penjualan sepeda motor,” ujar Gunadi.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article ERP Bisa Picu Pengemudi Mobil Beralih Ke Motor

Sabtu 12 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Mercedes-Benz Indonesia kembali mengadakan ajang test drive bertajuk Mercedes-Benz Weekend Test Drive 2016. Konsumen Mercy dapat menjajal jajaran model sport utility vehicle (SUV) Mercedes-Benz di…

Senin 16 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta -Beberapa waktu lalu, Hyundai dikabarkan mulai menggelontorkan sejumlah mobilmewah di bawah naungan yg sub-merek Genesis. Salah sesuatu dari mobil itu adalah Genesis G80. Seperti dilansir…

Minggu 7 Februari 2016 | Berita Otomotif

Wisconsin -Erik Buell Racing (EBR), perusahaan sepeda motor yang berasal Amerika Serikat pada April 2015 dahulu mengalami kebangkrutan dan menetapkan buat berhenti produksi motor. Namun kini,…