Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Ducati Komentari Perilaku Biker Moge Tanah Air

Minggu, Februari 28th 2016.

Chiang Rai KompasOtomotif – Sebagian masyarakat Indonesia menilai pengendara motor gede atau moge berperilaku arogan saat di jalan. Mereka kerap memaksakan kehendak ketika di jalan dan cenderung melaju dengan kecepatan tinggi yg membahayakan pengguna jalan lain.

Menanggapi hal tersebut, Ducati merasa prihatin. Ducati pun menilai tak selayaknya pengendara moge berperilaku seperti itu.

“Mengendarai motor dengan kubikasi besar harusnya diiringi dengan perilaku berkendara yg baik, karena mereka mulai dilihat dan dicontoh pengendara lain. Jalanan umum itu bukan sirkuit,” kata Event Manager Ducati Asia Stefano Campaci kepada KompasOtomotif minggu lalu.

Stefano prihatin dengan perilaku biker moge tanah air. Ia mengingatkan bahwa penggunaan sepeda motor itu tak dapat segera digunakan oleh orang yg tak pernah merasakan tahapan dalam memakai sepeda motor.

“Misalnya, mesin dengan kubikasi 1.000cc tak mampu segera digunakan oleh orang yg baru memakai kubikasi 250. Dia harus bertahap naik kelas, misalnya ke 400 cc dahulu 600 cc, karena karakter tenaga dan handling ada peningkatan,” ucap Stefano.

Ditekankan Stefano, uang memang mampu membuat orang membeli sepeda motor tetapi tak dengan keselamatan. Karena itu, ia pun menegaskan perlunya pemahaman terhadap beragam macam sepeda motor sebelum membeli dan menungganginya.

“Naik sepeda motor tak sama dengan naik mobil, ia mudah jatuh. Sepeda motor juga memiliki karakter yg berbeda, kelas entry bike, kelas sport, supersport dahulu superbike, belum lagi bicara macam sepeda motor touring dan trail,” lanjut Stefano.

Terkait perilaku, Stefano kemudian menerangkan hal itu memerlukan kedewasaan seseorang saat menunggangi moge. Ia berharap semakin banyak biker moge yg memberikan contoh berkendara yg baik, maka moge dan kelas sepeda motor yang lain pun mulai berdampak baik.

Tanggungjawab Ducati

Ducati pun mulai menyelenggarakan Ducati Riding Experience (DRE) di Indonesia tahun ini. Hal itu sebagai bagian dari tanggungjawab Ducati sebagai salah sesuatu produsen sepeda motor besar di tanah air.

“Rencananya tak mulai lama lagi, dalam hitungan bulan,” lanjut Stefano yg juga penunggang Ducati ini.

Dalam DRE, pengendara mulai dikenalkan teknik dasar mengendarai moge. Teknik dasar itu terkait cara berkendara hingga mengenali sepeda motor yg digunakan.

“Hal ini sangat substansial, karena dua pengendara merasa dirinya bisa mengendarai moge tetapi tak paham hal yg mendasar, akibatnya terjadi kecelakaan atau membahayakan orang lain,” ujar Stefano.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Ducati Komentari Perilaku Biker Moge Tanah Air

Minggu 3 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Astra Honda Motor (AHM) kembali menyelenggarakan uji kompetensi buat siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan ini yaitu yg ketujuh kalinya, dan ketika…

Minggu 20 Maret 2016 | Berita Otomotif

Wina -Guna memenuhi standar emisi yg makin ketat, pabrikan mobil Eropa mulai memakai lebih banyak aluminium di mobil. Menurut Reuters, Sabtu (19/3/2016) jumlah aluminium yg dapat…

Jumat 4 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Volkswagen Indonesia resmi mendatangkan hatchback termurahnya, Polo 1.2 TSi. Dipasarkan seharga Rp 259 juta off the road, Polo bersiap bersaing dengan para…