Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Chandra Meraup Untung Di Tengah Kelesuan Bisnis Harley-Davidson

Sabtu, April 16th 2016.

Chandra Ade Priawan (42) boleh jadi meraup untung besar lewat bisnis layanan servis dan penyediaan suku cadang Harley-Davidson (HD). Pendapatan bengkelnya selalu meningkat seiring banyaknya jumlah pemilik dan pehobi kuda besi bikinan Amerika Serikat itu.

Bengkel miliknya, Chandra Part’s and Service menjadi referensi para pemilik Harley-Davidson dari berbagai daerah. Bengkel di Jalan Simpang Panji Suroso, Kota Malang, itu tak pernah sepi pelanggan dari sekadar mencuci sampai modifikasi. Padahal, pemasok utamanya, Mabua Harley-Davidson, memilih tutup.

Awalnya, Chandra bermain modifikasi mobil Jeep sejak 1995. Baru pada 2005 dia akan melayani servis Harley-Davidson, setelah melihat potensi bisnis menjanjikan.

“Potensi bisnisnya di Harley Davidson sangat kuat. Konsumennya orang-orang yg mapan, secara konsumen mulai lebih berani dari sisi harga,” kata Chandra di bengkelnya, Jalan Simpang Panji Suroso Kota Malang, Jumat (15/4).

Menurut Chandra, harga sebuah Harley-Davidson berkisar antara Rp 400 juta sampai Rp 1,2 miliar, dengan pajak tahunan mencapai Rp 12 juta. Karena itu, pemiliknya dipastikan mulai rela mengeluarkan biaya perawatan tinggi demi barang kesayangan. Selain itu, dua bengkel resmi Harley-Davidson di Indonesia tutup, karena alasan pasar. Padahal dalam perkiraannya, pemilik HD bakal selalu bertambah.

“Pemilik HD bertambah, tapi kenyataannya bengkel resminya tutup, seperti di Semarang. Padahal perawatan pasti dibutuhkan terus-menerus. Orang sebenarnya tak mau repot dengan urusan ganti oli harus ke bengkel resmi,” ujar Chandra.

Setiap bulan, Chandra mengaku rata-rata menerima sesuatu pelanggan servis kerusakan berat, dan minimal sepuluh unit servis ringan seperti ganti pelumas. Kerusakan yg ditangani paling tidak jarang masalah sistem kelistrikan.

“Kalau modifikasi minimal butuh Rp 50 juta sampai Rp 100 juta. Paling banyak servis jatuh dan servis berkala semacam ganti oli. Biasanya juga pengecekan buat persiapan touring atau servis setelah selesai touring,” lanjut Chandra.

Chandra menyatakan pelanggannya berasal dari berbagai tempat, termasuk Semarang dan Surabaya. Jumlah kuda besi itu di Kota Malang menurut Chandra lebih dari 150 unit, kendati tak seluruhnya servis ke bengkelnya.

Chandra juga memberikan layanan jasa pengambilan dan pengiriman HD, termasuk layanan servis tiba ke rumah. Dia juga memberikan pelayanan cuci dan salon Harley Davidson, produksi dongkrak khusus HD, aneka emblem, dan pernak-pernik HD.

“Dongkrak HD telah kirim ke Bandung, Batam, sampai Kaltim,” ucap Chandra.

Saat merdeka.com berkunjung ke bengkel, Chandra bersama anak buahnya sedang menyelesaikan modifikasi HD tipe Ultra Classic 2007 dan Road King 2005.
Sumber: http://www.merdeka.com

Mobil Terbaru

Related Article Chandra Meraup Untung Di Tengah Kelesuan Bisnis Harley-Davidson

Kamis 17 Maret 2016 | Berita Otomotif

Tegal -Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI) melaksanakan touring awal tahunnya pada tanggal 13-14 Februari 2016 lalu.  Acara yg bertajuk Tuning (Touring Maning) tersebut menempuh perjalanan 650…

Selasa 1 Maret 2016 | Berita Otomotif

Mitsubishi Indonesia menargetkan penjualan Mitsubishi Fuso varian terbaru, tractor head FZ4928 dan FZ4028, mencapai 20 unit per bulan. Kedua varian terbaru yg diluncurkan hari ini…

Sabtu 31 Oktober 2015 | Berita Otomotif

Jakarta -Isu lepasnya PT. Mabua Motor Indonesia sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Harley-Davidson menyeruak. Apalagi setelah diberitakan Mabua Motor mengalami penurunan penjualan pada tahun ini. Kabar…