Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Cerita Sales Mobil Berhijab

Kamis, April 14th 2016.

Jakarta – Menjadi seorang tenaga penjual mobil adalah pekerjaan yg keras. Selain bersaing merebut perhatian konsumen, mereka pun wajib memberikan keterangan sedetilnya soal mobil. Tapi bagaimana seandainya sales mobil itu adalah seorang hijabers?

Apakah mulai memiliki cerita yg berbeda dibandingkan dengan sales mobil, yg telah indentik dengan paras cantik dengan tubuh yg seksi?

Nah kali ini detikOto berkenalan dengan seorang tenaga penjual mobil Jeep cabang Bogor, di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016, Puspa Dewi. Dia pun berkenan berbagai cerita ketika menjadi seorang sales mobil.

“Saya telah mengenakan jilbab itu sejak 2014, dan Insya Allah sampai ketika ini aku masih mengenakannya. Alhamdulillah tak ada konsumen yg menganggap sinis, justru saya malah mendapat respect dari para konsumen,” kata ibu dari 2 orang anak yang berasal Bogor ini.

“Karena konsumen tak membeda-bedakan, jadi tak kalah jualan tentunya dengan sales yg seksi,” tambahnya.

Lalu suka duka apa menjadi seorang penjual mobil di mata dirinya ya? “Bicara soal suka duka menjadi sales, suka-nya itu kalau mampu jualan, ditambah mendapatkan konsumen yg baik dan royal. Duka-nya kalau konsumen marah. Karena satu hal yg teknikal, seperti STNK atau surat menyurat telat jadinya,” katanya.

“Kalau soal target, kami sebagai sales itu pasti ada target-nya. Tapi karena produk kalian ini premium itu ada pasang surutnya. Oleh sebab itu di sini (Garansindo-Red), dihitungnya targetnya per tiga bulan meskipun target per bulan-nya juga ada,” tambahnya.

Tapi kira-kira berapa penghasilan yg diterima per bulannya ya?

“Kalau gaji sesuai dengan UMR-lah. Tapi kalau gaji ini biasanya habis buat promosi kita, telepon konsumen dan lain-lain. Makanya gaji sih seperti tak terpakai karena bagi keperluan berjualan, karena aku kan bukan seperti karyawan admin yg gajinya dapat terpakai,” ujarnya.

“Cuma ya seperti itu tadi, suka-nya itu kalau setelah menjual kendaraan. Karena setiap kendaraan itu memiliki insentif yg berbeda-beda,” tambahnya.

Tapi bagaimana tanggapan sang suami soal karir yg dijalani dirinya ya? “Ya tak persoalan sih. Tapi kalau komplain dari suami sih pasti ada, seperti harus pulang malam, tidak jarang ketemu konsumen laki-laki,” katanya.

“Karena memang ada saja konsumen yg agak nakal. Seperti mengajak jalan, dan itu tergantung dirinya masing-masing (Sales). Tapi kalau aku lebih memilih buat menolaknya secara halus, tanpa menyakiti perasaan konsumen. Sehingga disaat mereka membutuhkan mobil dapat menghubungi kami,” tutupnya.
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Cerita Sales Mobil Berhijab

Rabu 16 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Terkadang, pilihan antara menikah atau membeli mobil terlebih lalu menjadi pilihan sulit. Dengan budget terbatas, salah sesuatu pilihan itu pun harus disingkirkan. Kini, Datsun Indonesia…

Sabtu 5 Desember 2015 | Berita Otomotif

Resmi memegang merek Aisin di Indonesia, PT Berkat Otoparts Indonesia (BOI) berencana tidak cuma mulai memasok suku cadang saja. Pasalnya, dalam display yg dihadirkan BOI…

Rabu 2 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) bakal memperkuat layanan purna jual truk Fuso di Indonesia pada tahun ini. Rencananya, KTB bersiap…