Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

‘Cepat Atau Lambat Mesin Diesel Akan Menghilang’

Senin, Januari 4th 2016.

Washington -Volkswagen (VW) terlibat skandal manipulasi emisi mobil bermesin diesel. Akibatnya, mobil penumpang bermesin diesel diprediksi bakal menghilang di Amerika Utara, Jepang dan China.

Seperti dilansir Inautonews, CEO pemasok otomotif Continental, Elmar Degenhart dalam wawancara dengan surat kabar Jerman, Boersen-Zeitung mengatakan, mobil diesel mulai menghilang.

“Mobil penumpang diesel cepat atau lambat mulai menghilang dari pasar,” kata dia.

Dia menyatakan, mobil bermesin disel cuma memegang pangsa pasar sebesar 1-3 persen di AS, Jepang dan China. Sebaliknya di Eropa, pangsa pasar mobil diesel sebesar 53 persen.

Sementara itu, Degenhart mengatakan, Continental tak memberikan perangkat lunak apa pun bagi memanipulasi tes emisi ke salah sesuatu kliennya, apalagi VW. Menurutnya, Continental mengembangkan dan memasok pengendali mesin sesuai dengan spesifikasi yg diminta VW.

“Instalasi dan tuning perangkat lunak yg disebut kalibrasi, dikerjakan oleh VW,” sebutnya.

Di sisi lain, Bosch, yg yaitu pemasok otomotif terbesar di dunia sekaligus pesaing penting Continental sedang diselidiki oleh jaksa penuntut umum di Stuttgart, Jerman bagi mengetahui apakah Bosch terlibat dalam skandal VW. (rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article ‘Cepat Atau Lambat Mesin Diesel Akan Menghilang’

Sabtu 9 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Niat baik produsen motor besar Big Bear Choppers buat mampu memakai konten lokal wajib diapresiasi. Karena dapat dikatakan seandainya memang benar-benar terwujud, Big…

Jumat 22 Januari 2016 | Berita Otomotif

KOMPAS.com – Membeli mobil bekas, hati-hati bisa kendaraan bekas terendam banjir. Jangan sampai kepingin untung malah buntung gara-gara tergiur harga murah, tapi belakangan buang uang buat…

Senin 2 November 2015 | Berita Otomotif

Ginza, KompasOtomotif – Kendati sekarang pasar sedang kurang bergairah, Mitsubishi masih memandang Indonesia milik potensi besar. Alasan ini dikatakan Presiden PT Krama Yudha Tiga Berlian…