Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Cahaya Dari Rumah Pintar Astra Bandung

Minggu, November 1st 2015.

Bandung, KompasOtomotif – Lia, Anisa, Nadia, tampak serius memandangi layar komputer. Tangan mereka berebut memegang mouse dan coba memecahkan soal yg diberikan guru. “Ini gimana ya. Tadi gimana caranya block kalimat?” ujar Nadia kepada beberapa temannya di Rumah Pintar Astra, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, Kota Bandung, belum lama ini.

Lia, Anisa, Nadia adalah tiga dari lima enam yg tengah belajar komputer ketika itu. Karena cuma ada beberapa komputer yg dioperasikan, masing-masing komputer dipegang tiga anak. Mereka dipandu seorang guru via proyektor yg tersembung pada laptopnya. Meski harus bergiliran, belajar bersama, tidak jarang berebut, mereka sangat antusias dengan komputer.

Maklumlah, meskipun gadget dan komputer hal biasa bagi anak kota, tetapi buat anak-anak ini, komputer adalah bawang merah. Walaupun secara geografis, mereka tinggal di Kota Bandung. Karena jangankan komputer, untuk anak-anak yg rata-rata dari golongan bawah ini, dapat sekolah saja telah bersyukur.

Penghasilan orangtua mereka, yg salah satunya berprofesi sebagai satpam, cuma dapat menyekolahkan tanpa embel-embel lainnya, seperti membelikan anak-anak komputer. Di tengah keterbatasan ekonomi, anak-anak ini memiliki semangat yg luar biasa. Itulah yg membawa mereka mau belajar gratis, walaupun sering berebut di Rumah Pintar Astra.

“Saya tak milik komputer di rumah. Belajar komputer baru sekarang ini. Seneng banget mampu belajar komputer gratis,” ujar Anisa kepada Kompas.com. Daerah Sukaluyu, Kecamatan Regol, Kota Bandung menjadi bidikan Astra. Selain karena lokasinya yg berdekatan dengan Astra Biz Center, Sukaluyu dipilih karena keadaan masyarakatnya.

Menurut Ketua Yayasan Nurul Fallah yg juga pengelola Rupin Astra, Yayat Rustandi, warga RW 08 yaitu daerah terpadat di Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Regol. Ada sekitar 6.000 warga, yg 60-70 persen di antaranya yaitu masyarakat bawah yg bekerja di antaranya sebagai buruh pabrik dan berjualan keliling.

“Di sini padat penduduk. Satu rumah dapat lebih dari sesuatu KK, dan 60-70 persen di antaranya kurang mampu,” ucap Yayat. Karena persoalan ekonomi itu pula, rata-rata tingkat pendidikan di daerahnya cuma sampai SMP. Bahkan ada kalanya mereka ogah-ogahan bagi sekolah dan memilih mencari uang, karena sekolah pun ujung-ujungnya buat mencari uang.

“Ini yg menjadi tantangan untuk kami. Mereka rata-rata tak peduli pendidikan. Bahkan saat kita mendapatkan bantuan bagi beasiswa dan mempersilakan masyarakat mendaftar, peminatnya sangat sedikit,” ucapnya.

Itulah yg membut Yayat dan teman-teman di Yayasan bermimpi mendirikan rumah bacaan. Selama bertahun-tahun, ia mengumpulkan buku, namun yg terkumpul belum banyak. Hingga 2014 lalu, gayung bersambut. Astra mengatakan niatnya menyalurkan CSR dengan membangun Rupin Astra di Madrasah Nurul Fallah.

Nurul Fallah telah memiliki madrasah, Rupin Astra memakai bangunan tersebut. Jadwal operasionalnya, pada Senin-Jumat, digunakan buat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sabtu-Minggu digunakan bagi Rupin Astra dari pukul 08.00-17.00 WIB. Rupin Astra dilengkapi berbagai fasilitas yg mencakup lima sentra, yakni sentra bermain, buku, komputer, audio visual, dan kriya. Fasilitas tersebut sangat disukai anak-anak dari PAUD, bahkan hingga mahasiswa.

“Kami tak memiliki lapangan buat tempat bermain anak. Makanya, Rupin Astra dapat berubah wujud juga jadi tempat bermain sekaligus belajar,” tutur Yayat. Karena itu, setiap Sabtu-Minggu, Rupin Astra penuh dengan anak-anak. Mereka membaca, belajar bersama, mengerjakan PR, atau cuma mengobrol dan bermain. Dalam menjalankan rupin, ada dua pembimbing yg teribat.

Di antaranya guru PAUD, mahasiswa, atau siswa SMA yg mendapat beasiswa dari Astra. Untuk kriya sendiri dikelola remaja masjid. Mereka membuat berbagai kerajinan boneka dari barang bekas, atau membuat sablon buat piring, gelas, dan kaus. Hasil dari penjualan digunakan bagi kegiatan sekaligus uang tambahan remaja masjid.

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Rupin Astra berdiri Juni 2014. Selama lebih dari setahun ini, Rupin Astra telah banyak membantu. Namun sampai sekarang masih ada sebagian masyarakat bawah yg kurang peduli tentang pentingnya pendidikan. Itu artinya, pekerjaan rumah pengelola Rupin masih besar.

“Kami harus berjuang lebih keras lagi. Caranya dengan mengajak warga yg telah aktif di PAUD dan Rupin. Setelah itu, biar warga tersebut yg menyebarkannya ke warga lainnya sehingga mereka (sebagian warga kurang mampu) tergerak hatinya buat bergabung,” imbuhnya. Salah sesuatu kegiatan yg digelar adalah talkshow tentang Parenting, hasil kerja sama warga dengan Astra.

Dalam acara tersebut mulai dijelaskan bagaimana pola pendidikan anak sehingga menumbuhkan minat orangtua buat menyekolahkan anaknya. “Kalau masalahnya ada di uang, Astra mampu membantu. Namun persoalannya, apakah orangtua ini mau peduli terhadap pendidikan anak-anaknya. Itu yg kita upayakan,” imbuhnya.

Yayat berharap, semua kegiatan yg digelarnya membawa dampak positif, sehingga muncul cahaya-cahaya baru dari Rupin Astra. Ia pun berharap apa yg dicita-citakan dirinya dan Astra terwujud, yakni menjadikan RW 08 berprestasi dan percontohan buat daerah lainnya di bidang pendidikan, ekonomi, maupun lingkungan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Cahaya Dari Rumah Pintar Astra Bandung

Rabu 20 Januari 2016 | Berita Otomotif

Manila, KompasOtomotif – Peluncuran Toyota All-New Fortuner di Indonesia yg rencananya pada 22 Januari 2015 keduluan Filipina. Toyota Filipina sudah resmi merilis generasi kedua Fortuner…

Sabtu 31 Oktober 2015 | Berita Otomotif

Jakarta – Toyota Motor Corporation memang baru mulai memperkenalkan konsep baby atau adik dari mobil sport Toyota GT86 yakni Toyota S-FR. Mobil ini memiliki bobot…

Jumat 15 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Jika di sejumlah pusat perbelanjaan telah ada parkir khusus wanita, kini tidak ketinggalan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pun ada yg khusus kaum hawa…