ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA

Surabaya

Menu

Bina Pekerja Otomotif Sebelum “Kecolongan” Asing

Minggu, Desember 13th 2015.

Jakarta, KompasOtomotif – Saat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan bergulir, keran yg terbuka bukan cuma perdagangan barang atau jasa tetapi juga bursa tenaga kerja. Otomotif sebagai salah sesuatu sektor potensial di Indonesia wajib meningkatkan ketahanan dan daya saing agar tak kecolongan pihak asing.

MEA bakal menghapus berbagai peraturan yg sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja asing. Itu artinya SDM luar negeri dapat saja lebih dipilih ketimbang Indonesia yg dinilai tak kompeten.

Pelaku industri otomotif besar, Toyota Indonesia, sangat menyadari harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas menghadapi MEA. Salah sesuatu usaha yg selalu dikerjakan adalah konsisten menggelar perlombaan ide baru perbaikan kerja dengan semangat kaizen (pembaruan berkelanjutan), Quality Control Circle (QCC).

Menurut Direktur Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia I Made Dana Tangkas, QCC atau pelatihan SDM yang lain yg bersifat massal menjadi cara membangun Indonesia. Ia mengungkap, selama lima tahun ke belakang QCC di Indonesia telah menghasilkan 5.326 tema, sedangkan total sejak pertama kali digelar pada 1990, sekitar 1,25 juta ide pernah dicetuskan.

“Inilah yg termasuk dalam persiapan MEA maupun free trade area yg nanti kami hadapi ke depan mulai semakin tajam dan keras. Butuh pembangunan SDM yg kuat,” ucap Dana di Jakarta, Sabtu (12/12/2015).

Konsep yg jelas

Dana juga menyampaikan Indonesia butuh konsep jelas yg bisa dibantu dengan road map (peta perencanaan) pembangunan SDM buatan pemerintah. Persamaan pandangan itu nantinya mulai dipadu dengan industri otomotif agar berjalan berdampingan.

“Supaya dalam lima tahun ke depan kami menang bersaing di ASEAN, Asia Psific, bahkan global. Jadi dibuatkan road map, kalian disiapkan yg terpadu,” kata Dana.

Standarisasi

Kunjung Masehat, Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, mengungkap, otomotif adalah salah sesuatu sektor paling maju yg perlu didorong. Persiapan pemerintah bagi MEA yg sedang dikerjakan dengan penerapan Standari Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“MEA itu sebenarnya yg boleh diperpindahkan adalah tenaga kerja yg terampil. Cuma selama ini kami khawatir, padahal yg boleh cuma terampil. Kita sedang membuat standarisasi, ini kompetensi yg dapat kami pertukarkan. Jadi kalian SKKNI, mendapat sertifikasi baru kalian pertukarkan,” jelas Kunjung.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Bina Pekerja Otomotif Sebelum “Kecolongan” Asing

Minggu 3 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Ratusan mobil yang berasal China, Geely, jadi pemandangan KompasOtomotif,  ketika pertama kali mengunjungi pabriknya yg berlokasi di Cileungsi, Bogor, pertengahan Maret 2016…

Minggu 1 Mei 2016 | Berita Otomotif

Bogor, KompasOtomotif – Pasar sedan sangat kecil di dalam negeri, apalagi bagi kategori super mewah seperti merek Bentley. Tapi, walau cakupannya terlalu terbatas bukan berarti…

Rabu 10 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -PT Mabua Motor Indonesia resmi berhenti menjadi agen penjualan Harley-Davidson di Indonesia sejak 31 Desember 2015. Presiden Direktur PT Mabua Motor Indonesia, Djonnie Rahmat mengucapkan…