Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Bikin Polisi Tidur, Ada Aturannya

Senin, Maret 7th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Buat pengendara mungkin telah lumrah menemukan polisi tidur atau alat pembatas kecepatan di jalanan. Tapi masalahnya tak segala yg dijumpai dibuat sesuai aturan, bahkan tidak jarang malah bikin kecelakaan padahal seharusnya fungsi pembatas kecepatan sebagai peringatan bukan mematikan.

Pembuatan polisi tidur tak dapat asal-asalan. Aturannya dapat ditemukan pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM.3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan.

Pada Pasal 3 Ayat 1 menjelaskan alat pembatas kecepatan yaitu kelengkapan tambahan jalan yg berfungsi membuat pengendara mengurangi kecepatan. Pada Pasal 2 menyebut kelengkapan tambahan itu bisa berupa peninggian sebagian badan jalan yg melintang terhadap sumbu jalan dengan lebar, tinggi dan kelandaian tertentu.

Lebih lanjut pada Pasal 4 menerangkan pembatas kecepatan ditempatkan pada jalan di lingkungan pemukiman, jalan lokal kelas IIIC, dan pada jalan yg sedang dikerjakan pekerjaan konstruksi.

Ciri pembatas kecepatan yg sesuai aturan yakni memiliki tanda garis serong berupa cat warna putih agar dapat dilihat pengendara seperti tertuang pada Pasal 5. Lebih detail lagi diatur pada pasal 6, yakni bentuk pembatas kecepatan menyerupai trapesium setinggi maksimal 12 cm, sisi miringnya milik kelandaian yg sama maksimum 15 persen, dan lebar datar bagian atas minimum 15 cm.

Bahan pembuat pembatas kecepatan memakai sama seperti badan jalan. Selain itu dapat memakai karet. Pemakaian bahan harus memerhatikan keselamatan pemakaian jalan.

Pita penggaduh

Selain pembatas kecepatan, di jalan juga tidak jarang dijumpai pita penggaduh (speed trap). Bentuknya berbeda, aturan desainnya ditemukan pada Pasal 32. Ayat 1 menjelaskan pita penggaduh bisa berupa marka jalan atau bahan yang lain yg dipasang melintang jalur dahulu lintas dengan ketebalan 4 cm.

Bagian pita yg menonjol di jalan maksimum 4 cm seperti tertulis pada pasal 34 Ayat 1. Jumlah pita dalam sesuatu kelompok dan jarak pengulangannya disesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa dulu lintas seperti dituang pada Ayat 2.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Bikin Polisi Tidur, Ada Aturannya

Selasa 26 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Mulai paruh kedua tahun ini, PT Ford Motor Indonesia (FMI) selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Ford di Indonesia mulai menghentikan seluruh…

Senin 7 Maret 2016 | Berita Otomotif

Manila – Tujuh tim mahasiswa Indonesia berhasil meraih penghargaan di ajang Shell Eco-marathon Asia 2016 yg digelar di Manila, Filipina, 3-6 Maret 2016. Ketujuh tim…

Rabu 9 Desember 2015 | Berita Otomotif

Mega Mendung -PT Garansindo Inter Global (Garansindo), selaku General Authorized Distributor (APM) brand Fiat-Chrysler Automobile (FCA) di Indonesia. Tahu betul bagaimana memanjakan konsumen mereka. Tepat Minggu…