ISUZU MOTOR INDONESIA

AUTHORIZED DEALER

Menu

Belum Pernah Mobkas Resmi Mercy Terlibat Sengketa Hukum

Jumat, April 22nd 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Sejak bermain di segmen mobil bekas (mobil bekas) akan 2014, Mercedes-Benz (MB) Indonesia mengaku belum pernah mendapat perkara unit yg terlibat sengketa hingga ke ranah hukum. Bila saja kejadian, MB Indonesia bersiap mengikuti segala jalur hukum yg berlaku.

Membeli Mobkas berarti juga mewarisi segala persoalan yg dialami pemilik sebelumnya. Pada segmen Mobkas mewah, penyakitnya dapat saja meluas dinilai dari para pemiliknya merupakan konsumen kelas atas. Di sinilah peran diler Mobkas buat menyaring seluruh potensi yg mampu mengganggu kenyaman pemakaian oleh pemilik baru.

Febri Ardani/KompasOtomotif Mobkas Mercedes-Benz E 200 produksi 2014 dijual Rp 800 juta di diler Proven Exclusivity.

Menurut Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operation Mercedes-Benz Passenger Car and Network Development MB Indonesia, Rabu (21/4/2016), perusahaan tak dapat menjamin apakah unit yg dijual mewarisi persoalan terkait hukum. Meski begitu metode penyediaan stok unit dikatakan telah dikerjakan sesuai aturan main yg berlaku di Indonesia.

“Pihak MB Indonesia pada prinsipnya mengikuti aturan hukum yg berlaku di Indonesia. Dalam arti setiap kendaraan yg dipasarkan tentu kita mengikuti perundang-undangan karena memang sekarang itu juga dari pihak pengawasan transaksi keuangan kan juga telah ada permintaan dokumen yg harus dipenuhi,” jelas Kariyanto.

MB Indonesia kini memiliki tiga diler Mobkas atau Proven Exclusivity di Jakarta yg dikelola tiga perusahaan yg berbeda.

Stok unit diler berasal dari pembelian mobil konsumen dengan syarat-syarat tertentu. Misalnya, ketika mobil itu kondisinya baru dibeli di diler resmi Mercedes-Benz, memiliki catatan perawatan berkala, dan dinilai tak pernah mengalami kecelakaan signifikan. Setelah itu mobil mesti melewati inspeksi 197 poin sebelum harga jual kembalinya mampu ditentukan.

“Kami juga kan engga mampu cek (ke konsumen pertama) mampu uangnya dari mana (membeli mobil baru), itu bukan wewenang kita. Diler dan MB Indonesia melakukan kewajibannya masing-masing. MB Indonesia mengeluarkan faktur sesuai data-data yg diajukan, sedangkan dari pihak diler mulai mendaftarkan kendaraan tersebut kepada pihak atau instansi terkait,” kata Kariyanto.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Belum Pernah Mobkas Resmi Mercy Terlibat Sengketa Hukum

Kamis 11 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif — Honda Prospect Motor (HPM) mengumumkan kampanye penggantian komponen (recall) airbag inflator pada ratusan ribu unit mobil di Indonesia. Ini adalah kelanjutan dari program…

Rabu 3 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Klasifikasi Surat Izin Mengemudi bagi pengendara motor berdasarkan kapasitas mesin masih jadi wacana. Namun bos Yamaha mendukung langkah tersebut. “Ini positif bagi saya, karena ini…

Sabtu 30 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Fitur canggih di All New Pajero Sport spesifikasi Indonesia tak selengkap yg ditawarkan di negara lain. Mitsubishi beralasan, fitur yg tak ada itu belum mampu…