Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Begini Jadinya Nasib Konsumen Ford Di Indonesia

Senin, Februari 29th 2016.

Tangerang, KompasOtomotif – Ford Motor Indonesia (FMI) tak dapat pergi sebelum menunjuk pihak yg bertanggungjawab atas kelanjutan layanan konsumen. Dari informasi perwakilan diler, FMI tengah memfasilitasi pembentukan wakil baru yg setidaknya mengawal bisnis purna jual Ford di dalam negeri.

Dampak dari pengumuman mengundurkan diri dari Tanah Air yg telah disampaikan FMI, 25 Januari lalu, membuat masa depan diler resmi terancam berakhir. Diler tak mampu lagi membawa bendera Ford. Penyebabnya FMI bakal melepas statusnya sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sekaligus induk operasional ritel.

Namun sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen, FMI diwajibkan menyediakan fasilitas purna jual dan memenuhi garansi.

“Yang terjadi adalah FMI mengumumkan mulai keluar sebagi ATPM tetapi nanti mulai ada perusahaan baru buat menggantikan fungsi aftersales-nya. Perusahaan penganti ini bertanggung jawab buat melayani garansi, suku cadang, servis, sampai training teknisi bengkel,” ungkap Nugroho Suharlim, Chief Operating Officer Auto Kencana (AK) Group, di Tangerang, Minggu (28/2/2016).

AK adalah salah sesuatu grup pemilik diler Ford terbesar di dalam negeri, sejumlah 10 lokasi jaringan. Total diler Ford di Indonesia mencapai 44 unit.

Konsorsium

Nugroho juga mengungkap sudah terjadi rapat perusahaan pemilik diler Ford di Indonesia. Mereka membuat semacam konsorsium, lantas mengajukan diri ke Ford Asia Pasific sebagai pengganti FMI buat setidaknya dalam jangka waktu dekat menangani layanan purna jual.

Pertemuan itu mencapai kesepatakan berupa pembentukan perusahaan baru berbadan hukum. Perusahaan baru itu independen (di luar perusahaan diler) agar netral, milik Angka Pengenal Impor (API), bertugas mengawal seluruh jaringan diler, dan harus dibuat secepatnya.

“Ford Asia Pacific kan mulai mencari pengganti, maka perusahaan itu mengajukan diri karena kita paling bersiap dari teknisi, suku cadang, dan network. Misalnya ditunjuk perusahaan yang lain tentu butuh waktu,” jelas Nugroho.

Hasil kesepakatan sudah ditandatangani sebagian besar perusahaan diler Ford dan mulai disampaikan ke Ford Asia Pasific ketika mengunjungi Indonesia bulan depan.

“Saya berusaha melindungi konsumen dengan mengajak segala diler yg ada bergabung ke dalam perusahaan baru itu. Walau porsinya cuma 2 – 5 persen, otomatis diharapkan jaringannya dapat terpakai jadi tak ada yg berubah. Sebelum ada PT (Perseroan Terbatas) baru itu, FMI tak boleh ‘cabut’, yg menentukan itu pemerintah, atas perlindungan konsumen,” ujar Nugraha.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Begini Jadinya Nasib Konsumen Ford Di Indonesia

Selasa 27 Oktober 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Masalah yg kerap dihadapi oleh para pengemudi atau pengendara kendaraan baik roda beberapa atau empat yakni rasa kantuk. Mengantuk itu menurut Dokter…

Kamis 21 Januari 2016 | Berita Otomotif

Bogor, KompasOtomotif – PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI) mengawali 2015 dengan produk terbaru di segmen sport. Apache RTR 200 FI diluncurkan di Sirkuit Sentul,…

Jumat 4 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif — Wacana soal pembagian golongan pada surat izin mengemudi (SIM) C yg sempat digulirkan pihak Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Mei lalu, sepertinya bersifat…