Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Beberapa Gugatan Dikabulkan, Belum Tentu Subaru Bisa Jualan Lagi

Senin, Februari 1st 2016.

Jakarta -Meski tiga dari enam gugatan penolakan penyitaan aset dikabulkan pengadilan negeri, namun bukan berarti Subaru Indonesia bakal mampu langsung berjualan mobil lagi. Soalnya, kegiatan impor atau ekspornya masih dibekukan terkait belum dibayarkannya tagihan pajak impor senilai Rp 1,5 triliun.

“Saya tak mampu menyampaikan dapat atau tak beroperasi (melakukan penjualan) karena gugatan penyitaan aset dikabulkan. Tetapi yg pasti, kegiatan impornya masih diblokir sebelum pajak (senilai Rp 1,5 triliun) dibayarkan,” tutur Kepala Subdit Hubungan Masyarakat Drektorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Haryo Limanseto, ketika dihubungi detikOto di Jakarta, Senin (1/2/2016).

Menurut Haryo, buat melakukan kegiatan bisnis tentu Subaru juga mendatangkan model-model baru berikut suku cadangnya. Bahkan, gugatan penolakan penyitaan aset oleh DJBC dikabulkan oleh pengadilan.

“Penyitaan dan tuntutan karena dugaan penggelapan pajak adalah beberapa hal yg berbeda. Yang pertama dikerjakan di pengadilan negeri, dan yg kedua di pengadilan pajak,” kata Haryo.

Sementara, hingga ketika ini keputusan pengadilan pajak yg mengharuskan Subaru Indonesia membayar tagihan pajak senilai Rp 1,5 triliun masih berlaku. Sedangkan pemblokiran kegiatan impor atau ekspor terkait sanksi itu hingga kini masih berlangsung sampai Subaru Indonesia membayarkannya.

Sebelumnya, sumber di diler Subaru Jakarta mengatakan, kemungkinan besar pihaknya mampu berjualan lagi karena gugatan penolakan penyitaan aset yakni mobil-mobil Subaru dikabulkan oleh pengadilan. Dia menyebut, gugatan itu dikabulkan di pengadilan Jakarta Selatan, Malang, dan Batam.

Berbeda dengan dengan informasi sumber itu, Haryo Limanseto menyebut, gugatan yg dilayangkan Subaru Indonesia dan dikabulkan pengadilan negeri ada di Jakarta Selatan, Bali, serta Malang. Ketiganya yaitu bagian dari tujuh proses peradilan yg dikerjakan di tujuh pengadilan negeri di Indonesia terkait penyitaan aset menyusul ditetapkannya putusan pengadilan pajak.

Pengadilan pajak, kata Haryo, sudah mengharuskan Subaru Indonesia membayar pajak senilai Rp 1,5 triliun, karena mobil yg diimpor spesifikasinya tidak sesuai dengan dokumen. “Kami berperkara soal penyitaan itu di tujuh pengadilan negeri, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Tangerang, Bali, Malang, Batam, serta Tangerang,” kata Haryo.

Dari tujuh itu, enam diantaranya telah diputus, dan tiga putusan yakni di Surabaya, Bali, dan Batam, DJBC menang. Sedangkan di Jakarta Selatan, Tangerang, dan Malang, DJBC kalah.

Adapun di Jakarta Utara, hingga kini belum diputuskan. “Tetapi buat yg di Jakarta Selatan, Tangerang, dan Malang, kita mulai menempuh proses hukum selanjutnya (banding),” ucap Haryo.

Sementara itu, pihak berwenang di Subaru Malaysia dan Subaru Singapura hingga kini belum berhasil dihubungi.
(arf/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Beberapa Gugatan Dikabulkan, Belum Tentu Subaru Bisa Jualan Lagi

Rabu 20 Januari 2016 | Berita Otomotif

Bogor -Produsen motor TVS, akhir-akhir ini menggaet kerja sama yg erat dengan BMW dalam memproduksi motor. Tapi khusus bagi Apache RTR 200 4V, mereka mengembangkan sendiri.…

Minggu 24 Januari 2016 | Berita Otomotif

Bandung, KompasOtomotif – Meski baru diluncurkan, konsumen yg tertarik membeli Toyota All New Fortuner harus bersabar membawa SUV ini pulang ke rumah. Banyaknya peminat, membuat…

Selasa 8 Desember 2015 | Berita Otomotif

Berlin -Ketatnya aturan emisi gas buang di Eropa rupanya menjadi berkah tersendiri bagi Toyota. Soalnya mobil hybrid mereka yg irit BBM terbilang laris manis di Eropa.…