Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Bea Cukai Akan Banding Atas Pengabulan Sebagian Gugatan Subaru

Senin, Februari 1st 2016.

Jakarta -Bagaimana kelanjutan masalah pajak Subaru di Indonesia? Kabar terbaru menyebutkan Subaru memenangkan dua gugatan pajak.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengakui ada dua gugatan yg dilayangkan Subaru Indonesia atas penyitaan asetnya oleh DJBC dinyatakan menang oleh pengadilan negeri. Namun, putusan tersebut belum final karena DJBC masih mulai melakukan banding.

“Proses gugatan yg terkait dengan penyitaan aset Subaru oleh Ditjen Bea Cukai (DJBC) itu ada di tujuh pengadilan negeri. Dari ketujuhnya, enam telah diputus. Tiga kita memenangkan dan tiga kalian masih belum menang,” tutur Kepala Subdit Hubungan Masyarakat DJBC, Haryo Limanseto ketika dihubungi detikOto di Jakarta, Senin (1/2/2016).

Baca juga: Aset Subaru Disita

Menurut Haryo, di tiga pengadilan negeri yakni di Surabaya, Bali, dan Batam, pihaknya sudah memenangi dari pengajuan gugatan yg dilayangkan Subaru. Sementara di pengadilan Jakarta Selatan, Tangerang, serta Malang, DJBC masih kalah.

“Untuk yg di pengadilan negeri Jakarta, masih belum putus. Tetapi, buat yg telah diputus dan gugatan Subaru dikabulkan, kalian masih mulai melakukan upaya hukum selanjutnya (banding). Jadi ini belum berkekuatan hukum tetap,” papar Haryo.

Sumber di diler Subaru Jakarta mengatakan, pihaknya sudah memenangi gugatan. Artinya, kata dia, dalih yg digunakan oleh DJBC buat menyita dan membekukan aset Subaru di Indonesia terbukti tak benar.

“Karena mobil-mobil yg ada di diler yg disita itu bukan punya Subaru Indonesia, tapi punya Subaru Malaysia dan Singapura,” kata dia ketika dihubungi.

Seperti dilansir dalam situs resmi pengadilan negeri masing-masing kota, pengabulan gugatan itu ditetapkan dalam putusan pengadilan negeri Malang nomor 251/Pdt.Bth/2014/PN Mlg Tahun 2015, yg dibacakan 21-10-2015. Kemudian putusan pengadilan negeri Jakarta Selatan nomor 669/PDT.G/2014/PN JKT.SEL Tahun 2015, tanggal 15-09-2015.

Beberapa waktu sebelumnya, Haryo menyampaikan kepada detikOto, bahwa penyitaan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang atau peraturan yg berlaku. Dalam aturan ini disebutkan, barang yg dibawa masuk ke wilayah Indonesia oleh lembaga atau seseorang, maka orang atau lembaga yg membawanya harus membayar bea kepabeanan.

“Artinya, sesuai dengan peraturan pihak yg membawa barang itulah yg berkewajiban membayar bea kepabenan tersebut,” kata dia.

Bahkan sesuai dengan pasal 32 Undang-undang Kepabeanan ayat 1, tempat penimbunan atau penyimpanan sementara juga wajib membayar bea tersebut. Kecuali seandainya barang itu musnah tak sengaja, sudah diekspor kembali, diimpor buat dipakai, atau diimpor sementara.

Kewajiban juga gugur seandainya barang itu sudah dipindahkan ke tempat penimbunan sementara lain, tempat penimbunan berikat atau tempat penimbunan pabean.

Hanya, Haryo belum bersedia menyampaikan kapan proses banding mulai diajukan oleh pihaknya. Dia cuma menyebut secepatnya.

Foto: M Luthfi Andika
Foto: M Luthfi Andika

(arf/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Bea Cukai Akan Banding Atas Pengabulan Sebagian Gugatan Subaru

Senin 23 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Tesla Motor Inc sudah menggulirkan kampanye perbaikan massal alias recall pada Model S di negara asalnya, Amerika Serikat. Mobil berteknologi listrik murni…

Jumat 4 Desember 2015 | Berita Otomotif

Kintamani -PT Toyota Astra Motor (TAM) sejak pertengahan tahun ini sudah membuka pemesanan crossover Toyota RAV4 generasi terbaru. Pemesanan dikerjakan secara spot order alias pesanan khusus,…

Rabu 2 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jenewa – Ketangguhan Mercedes-AMG GT S jelas tak perlu diragukan lagi, bayangkan saja mesin yg ditawarkan produsen Jerman ini memiliki tenaga hingga 503 Hp. Tapi…