Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Bau Mobil Baru Berbahaya Buat Kesehatan?

Rabu, Maret 16th 2016.

Michigan -Mobil yg baru dibeli dari diler, biasanya mengeluarkan aroma khas. Entah dari jok atau dashboard-nya. Apakah bau seperti itu berbahaya bagi kesehatan?

Bau khas mobil baru ditimbulkan oleh berbagai pelarut, perekat, plastik, karet dan kain yg digunakan selama mobil diproduksi. Barang-barang tadi biasanya mengandung senyawa organik yg gampang menguap, dua senyawa mampu mematikan dalam kuantitas tertentu, senyawa lainnya meskipun tak mematikan tetap saja tak sehat.

“(Bau mobil baru) yaitu koktail kimia yg terdiri dari banyak racun,” ujar peneliti dari Ecology Center di Michigan, Amerika, Jeff Gearhart seperti dilansir dari BBC.

Ecology Center selama bertahun-tahun telah mengawasi dan mengetes kadar senyawa kimia berbahaya di interior mobil. Mereka menemukan data adanya perbaikan. Tetapi Gearhart menekankan masih ada PR yg harus dikerjakan pabrikan.

“Setidaknya ada lebih dari 200 senyawa kimia ditemukan dalam kendaraan. Karena senyawa-senyawa ini tak diatur, konsumen mungkin tak tahu bahaya yg mereka hadapi,” ujarnya.

Beberapa senyawa kimia yg ada di interior mobil memang mengerikan dan tergolong berbahaya bagi kesehatan. Sebut saja seperti benzena, toluena, formaldehida, dan logam berat lain.

Jika menghirup bau interior mobil baru, orang sering mengalami pusing, sakit kepala, alergi atau ingin muntah. Gejala-gejala ini mampu muncul tergantung dari sensitivitas individu.

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika, paparan yg selalu menerus mampu menyebabkan  gangguan hormonal, reproduksi, kerusakan hati, ginjal dan sistem saraf pusat – atau bahkan kanker. Paparan dalam jangka panjang malah lebih mengkhawatirkan.

“Orang rata-rata menghabiskan sekitar sejam sehari dalam kendaraan. Entah itu orang dewasa, anak, atau binatang peliharaan. Kami mengkhawatirkan mengenai paparan terhadap senyawa kimia yg berbahaya dalam kendaraan,” ujar Gearhart.

Senyawa kimia dalam mobil lebih bahaya justru ketika mobil masih dalam kondisi baru. Komponen kimia masih tak stabil, dan gampang menguap. Panas yg muncul dari dalam kendaraan ketika diparkir di bawah terik matahari lebih berbahaya lagi.

Tapi kabar baiknya muncul dari pabrikan. Beberapa pabrikan yg berbicara kepada BBC, seperti Fiat/Chrysler, Ford, General Motors dan Honda menyampaikan mereka telah melakukan berbagai cara buat mengurangi kadar senyawa kimia yg gampang menguap tadi.

Mereka mengurangi kadar senyawa kimia berbahaya dengan memakai bahan material yg berbeda dari sebelumnya. Begitu pula dengan perekat dan pelapis yg digunakan ketika produksi mobil telah berbeda. Pabrikan pun menjanjikan mulai mencari cara yang lain lagi bagi mengurangi potensi bahaya di dalam mobil mereka.

Salah sesuatu senyawa penyebab kanker yg biasanya ada di mobil, yakni polivinil klorida atau PVC telah akan dikurangi penggunaannya. Senyawa ini biasanya ditemukan di interior mobil tahun 2006. Di tahun 2012, penggunaan PVC turun menjadi 73 persen. Pabrikan mobil Honda malah menyampaikan interior mobil mereka telah terbebas dari PVC.

Produsen juga telah memperbaiki ventilasi kabin dan sistem penyaringan di dalam mobil. Ford misalnya mengatakan, mereka telah beralih memakai serat-serat alami dan busa jok yg memakai bawah dasar dari kedelai.

Ini berarti beberapa hal: mengurangi jumlah senyawa kimia berbahaya dan tidak mengurangi sumber-sumber material yg dapat diperbarui.

Meski begitu ada baiknya Anda sebagai pengguna kendaraan tetap terus memperhatikan interior mobil. Usahakan interior memiliki ventilasi yg baik, terutama dalam 6 bulan pertama.

Parkir kendaraan di tempat yg teduh, seandainya memungkinkan buka sedikit jendelanya, atau setidaknya sebelum masuk ke dalam kendaraan, buka dahulu segala jendela agar udara segar dapat masuk ke dalam mobil. Terutama ketika udara tengah panas.

Anda juga sebaiknya menghindari buat duduk dalam mobil ketika parkir. Menggunakan peredam panas kaca mobil di kaca depan buat mengurangi panas dalam mobil juga disarankan.

Selain itu usahakan bagi terus rajin mengelap interior mobil dengan lap microfiber atau pembersih tanpa racun, ketika mobil masih baru. “Senyawa kimia senang berada dalam debu,” ujar Gearhart.

Dan terakhir untuk mereka yg sensitif pada bau kimia, sebelum beli mobil, dia menyarankan buat duduk di belakang setir ketika test drive, apakah muncul gejala-gejala tak mengenakkan di badan.

“Habiskan waktu di mobil sebelum membelinya, atau pertimbangkan juga buat membeli mobil bekas,” saran Gearhart untuk mereka yg sensitif dengan bau. (ddn/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Bau Mobil Baru Berbahaya Buat Kesehatan?

Selasa 12 Januari 2016 | Berita Otomotif

Anda tentu telah mendengar bahwa di ajang CES 2016 yg di gelar di Las Vegas sejak tanggal 5 Januari dahulu memang benar-benar fantastis. Sejumlah mobil-mobil…

Senin 7 Maret 2016 | Berita Otomotif

Geneva, KompasOtomotif – Model kedua Toyota dengan platform baru Toyota New Global Architecture (TNGA) yg telah diperkenalkan di Geneva Motor Show 2016 ternyata tiba terlambat.…

Selasa 3 Mei 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – PT Mazda Motor Indonesia (MMI) meraih lima penghargaan dalam ajang OTOMOTIF Award2016 yg diselenggarakan oleh OTOMOTIF Group. Melalui All New Mazda2 dan New…