Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Bagaimana Nasib Splash Di Indonesia?

Senin, Februari 8th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif — Sejak 2014, kelanjutan penjualan Splash oleh Suzuki Indomobil Sales (SIS) dipertanyakan. Menurut rumor yg beredar, SIS bakal berhenti menjual mobil kota bermesin 1,2 liter itu pada 2015, tapi nyatanya sampai Januari 2016 masih dijual.

“Splash, kalian masih jualan. Sampai kapannya, memang sih waktu itu ada keterangan akhir tahun ini. Kami masih menunggu dari India seperti apa,” ujar Makmur, 4W Direktur Marketing SIS, di Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Pasokan unit Splash yg beredar di Indonesia berasal dari pabrik Maruti Suzuki di Manesar, India. Pada 2015, media India pernah menyebutkan bahwa produksi Splah telah dibatasi cuma buat fleet domestik dan memenuhi kuota ekspor.

Sinyal Suzuki ingin “menyuntik mati” Splash menguat sebab penjualannya di Eropa telah dihentikan. Pabrik Magyar Suzuki di Esztergom, Hongaria, yg selama ini memasok Splash bagi Eropa, sudah berhenti memproduksinya sejak 2014.

Pada 2015, SIS pernah mengatakan, mengalihkan produksi Splash ke Indonesia yaitu salah sesuatu solusi mempertahankan keturunannya. Namun, menurut visibilitas volume produksinya, tampaknya mobil ini tak pas buat produksi lokal.

Di Indonesia, Splash laku 1.886 unit tahun lalu, atau rata-rata 157 unit per bulan. Angka itu telah menurun dari 2014 sebesar 3.338 unit atau 278 unit per bulan.

“Ya, makanya kalian minta kepastian mereka (pihak Maruti Suzuki). Mestinya berhenti, tapi mereka belum ngomong ekspornya bagaimana. Selama ini, Splash memang cukup diterima masyarakat,” ujar Makmur.

Bukan pengganti 

Di India, mobil kota baru Celerio diplot menggantikan Splash. Namun, kasusnya beda bagi Indonesia. Saat ini, kedua produk itu dijual bersamaan oleh SIS.

SIS menjual Celerio Rp 154,5 juta–Rp 166,5 juta, rentang harga itu di bawah Splash yg dibanderol Rp 172 juta–Rp 184 juta. Rekaman penjualan Celerio dimulai pada Mei 2015. Namun, harus diakui, bila diukur dalam periode yg sama, permintaan buat model tak lebih tinggi ketimbang Splash.

Makmur menjelaskan, Celerio bukan berperan sebagai pengganti Splash karena berbeda dari spesifikasi dasar. Celerio bermesin 1,0 liter, tapi telah dilengkapi CVT (continuously variable transmission). Celerio adalah produk kedua SIS dengan CVT setelah Swift Sport.

“Dari awal, kita memang memperkirakan jualannya tak banyak. Jadi, itu pun dari awal dibuat berdasarkan permintaan diler, makanya kita impor. Harga mepet dengan Splash, tapi kan teknologinya beda. Ini karena memang kita mau membuat image bahwa Suzuki milik teknologi CVT. Yang yang lain milik CVT di kelas atas mobil cc besar, tapi kita milik buat cc kecil,” papar Makmur.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Bagaimana Nasib Splash Di Indonesia?

Selasa 5 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Toyota Astra Motor (TAM) memastikan adanya penyesuaian harga jual mobil pada 2016, yg dipengaruhi oleh dua faktor. “Tentunya mulai ada adjustment harga di…

Rabu 4 November 2015 | Berita Otomotif

Valencia, KompasOtomotif — Yamaha angkat bicara terkait beberapa informasi resmi dari Repsol Media Service pada Minggu (25/10/2015) dan Honda Racing Corporation (HRC) pada Senin (2/11/2015). Kedua…

Selasa 19 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Pada tahun 2016, pasar otomotif diperkirakan mulai mencapai angka penjualan total yg tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, dengan peningkatan sekitar 6% dibanding…