Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Apa Kabar Program Mobil Emisi Rendah?

Rabu, Februari 24th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengaku selalu melakukan diskusi dengan Kementerian Perindustrian mengenai program mobil emisi rendah (Low Carbon Emission/LCE). Tetapi, belum mampu diputuskan kapan program tersebut akan bergulir.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardjito, menuturkan, pihak dari Kementerian Perindustrian harus bicara dengan kementerian terkait mengenai insentif pajak yg mulai diberikan melalui program tersebut.

“Prosesnya telah sampai ke tingkat menteri bagi membahas insentif pajaknya,” ungkap Noegardjito menjawab pertanyaan KompasOtomotif usai acara meeting umum anggota Gaikindo 2016, di hotel Pullman, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016).

Menurut Noegardjito, pemerintah sedang melihat keuntungan apa yg mampu didapat dari program tersebut. Mekanismenya, mirip seperti program mobil murah ramah lingkungan (Low Cost and Green Car/Low Cost and Green Car/LCGC).

“Kita bicara program ini melahirkan mobil hibrida. Dengan insentif yg diberikan, pemerintah bisa apa. Kalau LCGC kan pajaknya dari 10 persen menjadi nol persen, tapi jualannya tinggi, untung yg didapat oleh pemerintah dari PPN yg sama-sama 10 persen,” ujar Noegardjito.

Insentif pajak itu, kata Noegardjito, harus diberikan karena harga mobil hibrida cukup tinggi. Sehingga, daya beli masyarakat menjadi turun.

“Kalau ada insentif, harga otomatis menjadi lebih murah. Daya beli masyarakat juga mulai besar seandainya harga mobil hibrida itu murah,” kata Noegardjito.

Menurut regulasi yg berlaku (PP No 41 Tahun 2013), segala merek dapat mengikuti program LCE dan menikmati diskon Pajak Penambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM) 25 persen untuk kendaraan bermotor yg memakai teknologi terkini.

Baik mesin bensin atau diesel, mesin berbahan bakar gas dan bensin, gas yg sudah dilengkapi konverter kit, mesin dengan bahan bakar nabati (biofuel), teknologi hibrida, atau mesin khusus.

Dengan catatan mampu memenuhi dengan  bahan bakar gas dengan konsumsi bahan bakar rata-rata minimum 20 sampai 28 kpl. Diskon PPnBM yg mampu dinikmati setiap merek juga dapat lebih besar sampai 50 persen – seandainya memakai mesin yg sama seperti ketentuan sebelumnya, namun konsumsi BBM rata-rata di atas 28 kpl.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Apa Kabar Program Mobil Emisi Rendah?

Senin 14 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Proyek penyelenggara MotoGP dalam pandangan pihak Sirkuit Internasional Sentul membutuhkan beberapa pihak, yakni pemerintah sebagai pemegang izin dan swasta sebagai penyelenggara. Ada…

Selasa 1 Desember 2015 | Berita Otomotif

Bugatti Chiron menuai kehebohan setelah tampang konsep Bugatti Vision Gran Turismo menjadi pembuka jalan dari produk jadi supercar ini, yg disebut-sebut sebagai penerus Veyron.Heboh telah…

Jumat 29 Januari 2016 | Berita Otomotif

Pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang I yg memproduksi mobil All New Fortuner dan All New Kijang Innova memiliki otomatisasi tinggi dengan memakai…