Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Android Auto Resmi Sambangi 19 Negara Baru

Rabu, April 6th 2016.

San Francisco – Sistem operasi besutan Google yg khusus dirancang buat mobil, Android Auto, kini resmi menyambangi 19 negara baru. Perluasan penggunaan Android Auto tersebut diumumkan melalui Twitter oleh akun resmi Android.

Mengutip Android Authority, negara-negara baru yg mendapat dukungan Android Auto adalah Argentina, Austria, Bolivia, Brasil, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Republik Dominika, Ekuador, Guatemala, India, Panama, Paraguay, Peru, Rusia, Swiss, Uruguay, dan Venezuela. Sebagai bonus tambahan, Puerto Rico juga ikut disertakan ke dalam daftar.

Perluasan wilayah ini juga termasuk dua pasar terutama besar, seperti Brasil, India, dan Rusia, serta menandai ekspansi besar ke Amerika Selatan.

Dikombinasikan dengan ketersediaan telah online di Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Selandia Baru, Spanyol, Inggris, dan AS, Android Auto sekarang tersedia dalam jumlah yg banyak di dunia meskipun buat pasar Asia baru India yg mendapatkannya.

Untuk cara kerja Android Auto, pengguna cuma memerlukan smartphone yg kompatibel yakni minimal memakai sistem operasi Android Lollipop 5.0.

Android Auto sendiri memanfaatkan peranti lunak Android Lollipop dengan memodifikasi tampilan antarmukanya agar cocok ditempatkan pada dashboard mobil. [ikh]

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Mobil Terbaru

Related Article Android Auto Resmi Sambangi 19 Negara Baru

Kamis 18 Februari 2016 | Berita Otomotif

Bogor, KompasOtomotif – Ubahan yg dikerjakan PT Astra Honda Motor (AHM) pada All New Honda CBR150R cukup signifikan. Tak cuma dari sisi tampilan, dan performa…

Selasa 24 November 2015 | Berita Otomotif

Karawang -Demi membuktikan efisiensi bahan bakar pada All New Kijang Innova, PT Toyota Motor Manfucaturing Indonesia (TMMIN) melakukan tes. Dikatakan keadaan dulu lintas di Indonesia, serta…

Selasa 29 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Performa produsen otomotif tahun ini dirasa tak segemilang 2014. Faktor pemicunya cukup banyak, dimulai dari melambungnya nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS)…