Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Alasan Alonso Selamat Dari Kecelakaan Maut GP Australia

Selasa, Maret 22nd 2016.


Melbourne, KompasOtomotif
– Fernando Alonso berhasil dari kecelakaan fatal yg berpotensi merenggut nyawanya saat berlaga di seri perdana Formula1 (F1) di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Minggu (20/3/2016). Berkat standar keselamatan yg ketat dan keberuntungan pebalap yang berasal Spanyol itu selamat.

Kecelakaan terjadi di lap ke-18, disebabkan karena ban kanan depan Alonso membentur mobil pebalap Haas Racing, Esteban Gutierrez. Setelah itu, sebelum menabrak tembok pembatas, jet darat yg dikemudikan Alonso sempat memutar di udara, demikian dilansir laman crashnet, Senin (21/3/2016).

Beruntung, kedua pebalap itu dapat selamat dari maut, terutama Alonso yg mobilnya hancur berkeping-keping. Pebalap 34 tahun itu pun memuji Federasi Internasional Automobile (FIA) karena kemajuan keselamatan yg ditingkatkan dalam 15 tahun terakhir.

Crashnet Kondisi Fernando Alonso usai kecelakaan.

“Kami kehilangan poin dan mobil, tapi aku senang masih mampu berbicara di sini. Saya bersyukur mampu selamat dari kecelakaan itu dan aku ucapkan terima kasih kepada otoritas balapan FIA bagi segala standar keamanan, berkat itu aku masih hidup,” kata Alonso.

Menurut Alonso, faktor keamanan mobil dan dinding pembatas dibuat lebih baik. Jika tidak, Alonso hampir pasti mulai kehilangan nyawa.

“Saya pikir memang begitulah balapan, terkadang kalian lupa kalau sedang berada di dalam mobil dengan kecepatan 300 kpj,” ujar Alonso dikutip laman BBC, Senin (21/3/2016).

Crashnet Kondisi Jet Darat Alonso usai kecelakaan

Bukan karena itu saja, diberitakan laman Autosport, setiap musim regulasi F1 pun terus berubah-ubah. Bahkan, di musim 2015, sisi keamanan kembali ditingkatkan. Seluruh tim wajib memperbaiki rancangan mobil, salah satunya bagian hidung.

Ukuran penampang hidung (nose tip cross section) tetap dipertahankan 90 cm2, namun posisinya bakal turun 135-220 mm di atas lantai dan lebar hidung tak boleh lebih dari 140 mm.

Bahkan, dua tahun lalu, para pebalap sempat ingin melakukan boikot seandainya keselamatan tak ditingkatkan. Sejak itu pula standar keselamatan dan penyelamatan pebalap dari mobil selalu bertambah.

FIA selalu melakukan gebrakan dalam hal keselamatan, selain soal penggunaan sabuk pengaman, diwajibkan juga seluruh tim memperluas kokpit, pebalap wajib memakai baju anti-api serta memaksakan standar penyelamatan pebalap dari mobil merupakan maksimal lima detik.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Alasan Alonso Selamat Dari Kecelakaan Maut GP Australia

Rabu 6 Januari 2016 | Berita Otomotif

Buenos Aires, KompasOtomotif – Perusahaan mobil komersial yang berasal Jepang yg pertama kali ikut Reli Dakar, Hino, kembali ikut ajang balap paling ganas sedunia itu…

Jumat 8 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Janji BMW Motorrad (Maxindo Moto Indonesia) memboyong beberapa Skutik bongsor miliknya, C 600 Sport dan C 650 GT, di Indonesia International Motor…

Senin 11 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Korps Lalu-lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) dikabarkan sudah menerbitkan surat No.:ST/2652/XII/2015 sebagai pengganti No: ST/271/II/2015 sebagai dasar peraturan perpanjangan dan penggolongan SIM C. Namun,…