Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

“Airbag” Bukan Fitur Utama Perangkat Keselamatan Mobil

Selasa, Februari 9th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Kantong udara (airbag) tidak jarang kali dianggap sebagai perangkat mobil yg paling menentukan keselamatan penumpang mobil. Padahal fungsi airbag yakni sebagai alat bantu, bukan fitur utama.

Pada mobil-mobil Toyota yg beredar di Indonesia seluruh model memakai airbag macam SRS (Supplemental Restraint System) buat pengemudi dan penumpang depan. Dari namanya saja telah dapat dipahami fungsinya sebagai suplemen pada perangkat keselamatan paling utama, yakni sabuk keselamatan.

Dadi Hendriyadi GM Teknis Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan, mengenakan sabuk pengaman pada mobil yg telah memiliki airbag wajib dikerjakan bagi menjaga posisi tubuh tetap pada jok. Sabuk pengaman Toyota juga milik fitur pretensioner yg tugasnya mengencangkan sabuk saat terjadi mobil mengalami benturan.

Kondisi airbag meletup

Menurut buku manual All-New Fortuner, penjelasan airbag mengembung sebagai berikut.

Bila kekuatan benturan melebihi tingkat ambang batas yg ditentukan (tingkat kekuatannya setara dengan kecelakaan dari depan pada 20 – 30 kpj dengan dinding tetap yg tak bergerak atau berubah bentuk).

Namun, ambang batas kecepatan mulai menjadi lebih tinggi apabila kendaraan menabrak satu benda, seperti kendaraan yg sedang diparkir dan rambu lalu-lintas, yg dat bergerak atau berubah bentuk ketika terkena benturan, atau bila kendaraan terlibat dalam kecelakaan ke bawah (contohnya kecelakaan dimana bagian depan kendaraan ke bawah, atau masuk ke bak truk dll).

Tergantung pada macam kecelakaan, ada kemungkinan cuma pretensioner sabuk keselamatan yg mulai aktif”.

Selain ketika terjadi benturan depan, airbag juga mampu menggembung misalnya seandainya mendapat mobil mengalami benturan serius ke bagian bawah kendaraan, menabrak pinggiran jalan, trotoar jalan atau permukaan yg keras, jatuh atau lompat ke dalam lubang yg dalam, atau mendarat keras atau kendaraan terjatuh.

Mekanisme

Ketika terjadi benturan dari arah depan yg diterima sensor sebagai syarat airbag mengembung, pretensioner aktif menjaga tubuh “merekat” pada jok, lantas airbag meletup.

Dadi mengatakan, airbag mampu saja meletup saat sabuk pengaman tak aktif. “Pada keadaan tertentu dapat begitu, maka itu kalian harus terus memakai sabuk pengaman,” jelas Dadi, Selasa (9/2/2016).

Ketika penumpang lupa memasang sabuk pengaman lantas mobil mengalami benturan hingga airbag menggembung, ada kemungkinan cedera karena airbag.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article “Airbag” Bukan Fitur Utama Perangkat Keselamatan Mobil

Senin 23 November 2015 | Berita Otomotif

Frankfurt, KompasOtomotif – Dampak “dieselgate” selalu menggerogoti tubuh grup Volkswagen (VW). Kemampuan finansial kini dialihkan bagi menyelesaikan persoalan global itu, efeknya VW harus mengencangkan ikat…

Rabu 2 Desember 2015 | Berita Otomotif

Meski situasi ekonomi sedang labil, namun FIFGROUP masih percaya dengan pembiayaan kredit sepeda motor di Indonesia. Karena, kendaraan roda beberapa masih menjadi tumpuan masyarakat.Berbeda dengan…

Selasa 26 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – PT Ford Motor Indonesia (FMI) resmi menutup operasinya di Indonesia. Keputusan yg kabarnya perintah segera dari Ford global terbilang mengejutkan. Pasalnya, penjualan…