Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Agar Jadi Basis Produksi Sedan, Gaikindo Desak Pemerintah Turunkan Pajak

Rabu, Maret 30th 2016.

Jakarta -Saat ini, PPnBM sedan di Indonesia masih 30 persen sehingga harga sedan masih mahal dan pabrikan belum banyak yg mau memproduksi sedan di Indonesia. Sedangkan PPnBM macam minibus 10 persen. Padahal, sedan adalah salah sesuatu segmen yg diterima di pasar global.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menganggap, seandainya PPnBM sedan diturunkan, maka pasar sedan di Indonesia mulai lebih besar. Dengan begitu, maka pabrikan lebih memilih Indonesia bagi memproduksi sedan itu. Dan, tak menutup kemungkinan Indonesia jadi basis produksi sedan buat diekspor.

“Sudah sejak dua tahun terkahir kita mengusulkan pemerintah buat menuurunkan PPnBM sedan kecil dan SUV kecil dari 30 ke 10 persen. Dengan begitu kan orang dapat beli. Supaya pasarnya berkembang. Kalau volume naik, prinsipal mungkina mulai mikir model berikutnya diproduksi di dalam negeri,” kata Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto.

Jongki mengatakan, ketika ini masih jarang yg memproduksi sedan di Indonesia. Hanya ada sesuatu pabrikan merupakan Toyota yg memproduksi Vios di Indonesia.

“Saat ini hanya 1 sedan kecil yg dibuat di Indonesia. Sebut aja deh Toyota Vios. Tapi yg aku tahu Toyota Vios itu kebanyakan keluarnya Limo untuk taksi. Karena bebas PPnBM,” kata Jongkie.

Dengan menurunkan pajak sedan, pendapatan negara pun dipercaya bakal lebih besar. Sebab, dengan PPnBM 10 persen, kemungkinan orang yg membeli banyak karena harganya makin murah.

“Urutannya begini, pemerintah menurunkan PPnBM supaya harganya terjangkau. Kalau terjangkau dibeli orang. Kalau dibeli orang, volumenya naik. Volumenya naik, prinsipal mulai membuat produksi dalam negeri, baru deh dapat diekspor. Ini bertahap,” sebut Jongkie.

“Tujuannya bukan menurunkan income pemerintah, justru meningkatkan. Menurunkan tarif bukan berarti menurunkan income pemerintah. Kalau 30 persen enggak ada yg bikin, enggak ada yg jual mampu dari mana? Kalau 10 persen, yg bikin banyak, yg jual banyak. Ekspornya nanti ada lagi,” tambahnya Jongkie.

PPnBM sedan yg terbilang tinggi, menurut Jongkie, menjadi salah sesuatu alasan mengapa industri otomotif Indonesia masih kalah dengan Thailand. Sebab, Thailand telah menjadi basis produksi sedan, SUV, hingga pikap kabin ganda yg diserap di pasar global.

“Karena dunia permintaannya sedan, SUV, crossover. Itulah Thailand majunya. Karena Thailand produksinya MPV iya, sedan iya, pikap ada, SUV ada,” ujar Jongkie.

Untuk diketahui, segmen sedan di Indonesia pada 2015 dahulu cuma terjual 8 ribuan unit. Bahkan, hampir setengahnya adalah sedan bagi taksi.

“Sedan kami tahun dahulu hanya 8 ribu. Seluruhnya dari yg kecil sampai gede. Termasuk taksi. Taksi itu mungkin mampu separuhnya. Kecil sekali bagi pasar bebas,” ujar Jongkie. (rgr/lth)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Agar Jadi Basis Produksi Sedan, Gaikindo Desak Pemerintah Turunkan Pajak

Sabtu 23 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Dengan menghadirkan All New Fortuner, Toyota Astra Motor (TAM) sangat percaya segmen SUV dapat dikuasai. Namun, bagi tahap awal, TAM menargetkan penjualan Fortuner sebanyak 1.500…

Selasa 8 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta – Seiring dengan masih tingginya peminat mobil bekas oleh masyarakat, Hana Financial Group bersama Sinarmas Group meresmikan perusahaan pembiayaan bernama Sinarmas Hana Finance (SHF)…

Senin 14 Maret 2016 | Berita Otomotif

Tokyo -Pecinta motor sport Honda CB400 bakal milik pilihan warna terbaru. Pabrikan motor yang berasal Jepang itu menambahkan line-up warna terbaru merupakan Titanium Blade Mettalic dikombinasikan…